RIWARA.id – Personel TNI Angkatan Laut berhasil menangkap sebuah perahu yang diduga kuat menjadi basis operasi aktivitas pengeboman ikan (destructive fishing) di perairan Tobelo Selatan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Operasi gabungan Tim Unit Intel Lanal Ternate bersama Posal Tobelo ini dilakukan pada Minggu malam (6/9/2026).
Penangkapan kapal tersebut terjadi sekitar pukul 21.25 WIT di perairan sekitar Desa Paca, Kecamatan Tobelo Selatan. Langkah ini diambil setelah petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan pengeboman ikan, yang dapat merusak ekosistem laut Indonesia.
Saat melakukan pemeriksaan mendalam di atas perahu, personel TNI AL menemukan bukti yang mengejutkan. Alih-alih hanya peralatan penangkapan ikan ilegal, tim juga menemukan satu pucuk senjata api laras panjang rakitan. Senjata tersebut dalam kondisi tanpa amunisi saat ditemukan petugas.
Tidak berhenti sampai di situ, pemeriksaan lanjutan juga berhasil mengungkap temuan barang terlarang lainnya. Di dalam kapal tersebut, personel menemukan sebanyak 25 paket yang diduga kuat merupakan tembakau sintetis jenis Gorilla, narkotika jenis baru yang semakin marak.
Seluruh barang bukti dari hasil operasi pengamanan ini, yang meliputi satu unit perahu, satu pucuk senjata laras panjang rakitan, dan 25 paket diduga tembakau sintetis, langsung diamankan petugas ke fasilitas TNI AL. Barang bukti tersebut akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebagai tindak lanjut, barang bukti yang diduga tembakau sintetis tersebut rencananya akan segera dibawa ke Laboratorium BNN Provinsi Maluku Utara. Pemeriksaan laboratorium ini krusial untuk memastikan kandungan zat berbahaya di dalam paket-paket tersebut secara lebih akurat.
Terkait temuan senjata api rakitan, Danlanal menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman lebih lanjut untuk mengungkap latar belakang di balik kepemilikan senjata api rakitan tersebut.
Komandan Lanal Ternate, Kolonel Laut (P) Ristanto Putro, memberikan pernyataan tegas kepada awak media mengenai temuan tersebut. Ia menyebut ada kemungkinan aktivitas mencari ikan hanyalah kedok para nelayan terduga pelaku untuk menyamarkan peredaran tembakau sintetis.
"Ada indikasi kuat bahwa barang tersebut diperjualbelikan. Sementara untuk kepemilikan senjata dan dari mana senjata itu diperoleh, hingga saat ini kita masih terus dalam proses pendalaman," tambah Danlanal Ternate, Kolonel Laut (P) Ristanto Putro.
Pengamanan yang dilakukan TNI AL di perairan Tobelo ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga keamanan wilayah perairan serta mencegah praktik penangkapan ikan ilegal yang merusak lingkungan, seperti pengeboman.
TNI Angkatan Laut menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan dan menindak tegas berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, stabilitas, serta kelestarian ekosistem laut Indonesia demi masa depan yang lebih baik. (*)
TNI AL Lanal Ternate tangkap kapal di Tobelo yang diduga melakukan pengeboman ikan, membawa senjata rakitan, dan 25 paket tembakau sintetis Gorilla. Periksa selengkapnya!