Pendaki Remaja Asal Brebes Jatuh ke Kawah Gunung Slamet Kedalaman 50 Meter, Basarnas Kerahkan Tim Evakuasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:10 WIB
Ilustrasi evakuasi pendaki gunung dibuat dengan bantuan ChatGPT
Ilustrasi evakuasi pendaki gunung dibuat dengan bantuan ChatGPT

RIWARA.id – Seorang pendaki remaja berusia 16 tahun jatuh terperosok ke dalam kawah Gunung Slamet setinggi 3.428 meter di atas permukaan laut pada Selasa (18/8/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban diduga terpeleset dan kehilangan keseimbangan saat sedang melakukan swafoto atau selfie di titik berbahaya persis di bibir kawah atap Jawa Tengah tersebut.

Kantor SAR Semarang melalui Unit Siaga SAR Pemalang merespons cepat laporan darurat tersebut setelah menerima informasi dari pihak pengelola basecamp.

Korban teridentifikasi bernama M. Fahri Maulana (16), seorang remaja yang berasal dari Kecamatan Sirampong, Kabupaten Brebes.

Sebelum insiden terjadi, korban diketahui melakukan pendakian menuju puncak Gunung Slamet dengan melintasi jalur pendakian via Sawangan.

"Siang ini kami menerima informasi dari rekan basecamp Bosapala Sawangan bahwa ada satu pendaki yang jatuh di kawah Gunung Slamet atas nama M. Fahri Maulana, 16 tahun, asal Sirampong, Brebes," kata Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono.

Menindaklanjuti laporan darurat tersebut, Basarnas langsung menerjunkan satu tim rescuer ke lokasi kejadian untuk bergabung bersama personel SAR gabungan.

Hingga Selasa siang, kondisi pasti mengenai keselamatan serta luka yang dialami korban masih belum dapat dipastikan secara medis oleh tim penolong.

Hal ini terjadi lantaran tim SAR gabungan masih dalam perjalanan mendaki menuju puncak kawah dan belum tiba di titik jatuhnya korban.

Kendati demikian, saksi mata dari sesama pendaki yang berada di lokasi saat kejadian melaporkan bahwa tubuh korban terlihat tidak menunjukkan pergerakan dari atas bibir kawah.

"Kondisi survivor secara pasti belum diketahui, namun berdasarkan laporan yang masuk, tidak ada pergerakan," ujar Budiono menjelaskan situasi terkini di lapangan.

Berdasarkan estimasi awal tim penolong, jarak jatuhnya tubuh korban diperkirakan mencapai kedalaman antara 30 hingga 50 meter dari bibir kawah terjal.

Medan yang sangat curam serta ancaman hembusan gas beracun dari kawah aktif menjadi tantangan berat yang harus dihadapi oleh tim evakuasi di lapangan.

Guna mengantisipasi bahaya gas vulkanik beracun, tim SAR gabungan dibekali dengan peralatan khusus berupa breathing apparatus atau tabung oksigen mandiri.

Selain itu, tim rescue juga melengkapi diri dengan peralatan evakuasi medan terjal (vertical rescue) seperti tali mantel, harness, serta alat pemancang khusus ketinggian.

Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai potensi SAR, mulai dari jajaran Basarnas, pengelola basecamp Bosapala Sawangan, relawan lokal, hingga masyarakat sekitar.

Proses evakuasi diharapkan dapat berlangsung lancar mengingat faktor cuaca di puncak gunung sangat menentukan keselamatan tim rescuer maupun korban.

"Saat ini tim telah bergerak ke lokasi, semoga cuaca bersahabat dan tim diberikan kemudahan, kelancaran, serta keselamatan dalam melakukan evakuasi," pungkas Budiono. (*)

 

Pendaki 16 tahun asal Brebes jatuh ke kawah Gunung Slamet saat foto selfie. Tim SAR gabungan diterjunkan bawa tabung oksigen.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories