RIWARA.id – Cuaca ekstrem di lereng Gunung Lawu tidak menyurutkan langkah Tim SAR Gabungan untuk melakukan misi kemanusiaan. Sebanyak tiga SRU (Search and Rescue Unit) dikerahkan untuk mengevakuasi Arvan Muhamad Choirul (16), seorang pendaki asal Magetan yang terjebak cedera di ketinggian Pos 4 via jalur Candi Cetho, Jumat (27/3/2026).
Operasi penyelamatan ini bermula dari laporan darurat yang masuk ke basecamp pada Kamis malam (26/3/2026) pukul 21.30 WIB. Saat itu, rombongan Arvan yang berjumlah enam orang melaporkan bahwa rekan mereka mengalami cedera kaki terkilir akibat terpeleset saat perjalanan turun. Kondisi diperburuk dengan guyuran hujan lebat yang memaksa rombongan tertahan dan harus mendirikan tenda darurat di Pos 4.
Koordinator Ops SAR, Tri Puji S., mengungkapkan bahwa evakuasi fisik baru bisa dimulai pada Jumat pagi pukul 06.30 WIB demi keamanan personel dan survivor.
"Tim harus bergerak sangat hati-hati karena jalur Cetho yang terkenal terjal menjadi sangat licin akibat hujan semalam. Fokus utama kami adalah stabilitas cedera kaki survivor selama proses tandu turun," jelas Tri Puji.
Setelah berjibaku dengan medan curam selama kurang lebih tujuh jam, Tim SAR akhirnya berhasil membawa Arvan sampai ke basecamp Candi Cetho pada pukul 14.00 WIB. Setibanya di bawah, remaja tersebut langsung diringkus oleh tim medis untuk mendapatkan penanganan intensif sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada pihak keluarga.
Jalur pendakian via Candi Cetho sendiri dikenal sebagai salah satu rute paling sakral sekaligus menantang di Gunung Lawu. Jalur ini melewati kompleks candi Hindu peninggalan akhir era Majapahit abad ke-15 yang terletak di ketinggian 1.496 mdpl.
Secara historis, rute ini merupakan jalur spiritual kuno yang digunakan para peziarah untuk menuju puncak Hargo Dalem dan Hargo Dumilah. Medannya yang didominasi tanjakan terjal dan vegetasi sabana yang terbuka membuat jalur ini sangat rentan bagi pendaki yang mengalami cedera fisik, terutama saat kabut tebal dan hujan mulai menyelimuti lereng Lawu.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pecinta alam mengenai pentingnya kesiapan fisik dan peralatan, terutama saat menghadapi cuaca yang tidak menentu di jalur pendakian Gunung Lawu. Dengan tuntasnya evakuasi ini, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 14.30 WIB dan seluruh personel ditarik kembali ke kesatuan masing-masing. (*)
Ari Kristyono


Tim SAR Gabungan berjuang tembus cuaca buruk di Jalur Cetho demi evakuasi pendaki remaja asal Magetan yang cedera di Pos 4 Gunung Lawu.