Sanitasi Tak Layak, BGN Tutup Permanen 504 Dapur MBG

Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:58 WIB
Kepala BGN Sudaryono Resmi Menutup Secara Permanen 504 Dapur MBG
Kepala BGN Sudaryono Resmi Menutup Secara Permanen 504 Dapur MBG (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

RIWARA.id - Badan Gizi Nasional (BGN) terus menegaskan komitmennya dalam memperketat standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari data hingga 10 Agustus 2026, sebanyak 504 dapur MBG telah ditutup secara permanen karena dinyatakan tidak layak dari sisi sanitasi, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan yang disampaikan melalui Kementerian Kesehatan.

“Per tanggal 10 (Agustus 2026) kemarin, Kementerian Kesehatan mendapatkan laporan dari Dinas Kesehatan jika ada 504 dapur yang dinyatakan sanitasinya tidak layak. Lalu, 504 dapur itu kami tutup secara permanen,” ujar Kepala BGN Sudaryono yang dikutip Riwara.id dari laman bgn.go.id, Jumat 14 Agustus 2026.

Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar ini mengungkapkan selain 504 dapur yang telah ditutup, sekitar 3.000 dapur lainnya saat ini masih dalam proses pemeriksaan Dinas Kesehatan di masing-masing daerah.

Namun, ia menegaskan percepatan proses pemeriksaan tidak boleh mengabaikan standar yang telah ditetapkan. Aspek keamanan pangan dalam MBG berkaitan langsung dengan keselamatan penerima manfaat, terutama anak-anak.

“Masih ada sekitar 3.000 dapur yang saat ini sedang dicek oleh Dinas Kesehatan di masing-masing daerah. Jika hasilnya tidak layak, maka mohon maaf, ini urusan nyawa seseorang, urusan nyawa anak-anak, itu tidak bisa kita tolerir lagi,” tegasnya.

Mas Dar juga memberikan apresiasinya kepada pemerintah daerah yang ikut membantu proses pengawasan dan penanganan keamanan pangan MBG.

Ia menyebut bahwa BGN menerapkan prinsip zero tolerance terhadap kasus keracunan dalam pelaksanaan program.

“Kami sampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kami dari Badan Gizi Nasional untuk pemerintah daerah yang ikut mengawasi jalannya program MBG. Intinya, kami juga ingin menegaskan bahwa keinginan kami adalah zero toleran jika ada kasus keracunan di kemudian hari,” imbuh Mas Dar.

 

Sistem Pengawasan Diperketat

Saat ini BGN tengah memperbaiki sistem pengawasan produksi makanan di semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sesuai data BGN, ada 27.489 SPPG yang beroperasi wajib menggunakan sistem monitoring produksi yang mencatat semua proses mulai dari persiapan bahan makanan, proses memasak, makanan matang, pengemasan, dan pengiriman ke sekolah.

Selain itu, BGN juga menempatkan petugas penanggung jawab atau PIC di setiap sekolah. Yang bertugas sebagai PIC adalah tenaga kependidikan, seperti tenaga administrasi atau tata usaha, dan bukan guru.

PIC bertugas menerima makanan dari dapur dan memastikan makanan diperiksa sebelum diberikan kepada siswa. Proses pemeriksaan juga tercatat dalam sistem.

PIC wajib melakukan pemeriksaan dengan cara melihat, mencium, dan mencicipi makanan. Apabila makanan dinilai tidak memenuhi standar, makanan tersebut tidak boleh diberikan kepada siswa.

Dari data per 10 Agustus 2026, ada 504 dapur MBG yang ditutup secara permanen karena dinyatakan tidak layak dari sisi sanitasi. Hal itu berdasarkan laporan Dinas Kesehatan yang masuk ke Kementerian Kesehatan.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories