Bromo Ditutup? Tenang, Ini 5 Alternatif Wisata Alam yang Tidak Kalah Memukau, Ada Negeri di Atas Awan B29

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Wisata Gunung Bromo di Probolinggo Jawa Timur
Wisata Gunung Bromo di Probolinggo Jawa Timur (Foto: pexels.com/andromeda)

PROBOLINGGO, RIWARA.id- Lautan pasir dan matahari terbit (sunrise) Gunung Bromo memang selalu berhasil menyihir siapa saja yang berkunjung. Namun, bagaimana jika rencana liburan Anda terhalang akibat akses Bromo mendadak ditutup untuk wisatawan?

Awalnya saya pun sempat merasa kecewa. Namun, setelah menyusuri lebih dalam jalur lingkar Bromo yang melintasi kawasan Lumajang, Probolinggo, hingga Malang, saya menyadari satu hal: pesona keindahan kawasan ini jauh melebihi lautan pasirnya semata.

Berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), wisata eksotis di Jawa Timur tidak hanya Bromo. Berikut catatan eksplorasi saya di lima destinasi wisata alam sekitar Bromo yang tak kalah memukau.

  1. Sensasi Air Terjun Madakaripura

Menuju ke wilayah Probolinggo, perjalanan saya beralih dari puncak dingin ke kedalaman ceruk hijau di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang. Di sinilah tersembunyi Air Terjun Madakaripura yang megah.

Legenda mencatat, air terjun setinggi 200 meter ini dulunya merupakan tempat bertapa Mahapatih Gajah Mada. Untuk mencapai titik utamanya, saya harus melakukan trekking melewati jalur setapak berbatu di antara tebing-tebing raksasa yang meneteskan air seperti tirai alami.

Suasana di dalam ceruk terasa amat dramatis, sejuk, dan magis. Tips dari saya: pastikan mengenakan sandal gunung yang tidak licin serta membawa jas hujan pelindung!

2. Panorama 360 Derajat di Puncak P30

Tak puas hanya sekedar air terjun, saya mengarahkan perjalanan ke Puncak P30 yang terletak di Desa Wonokerso, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo. Berada di ketinggian 2.635 mdpl, P30 menawarkan pesona yang tak kalah megah.

Kelebihan utama P30 yang sangat saya kagumi adalah pemandangan 360 derajat tanpa penghalang. Berdiri di titik puncaknya saat pagi hari, saya disuguhi latar lanskap deretan gunung megah—mulai dari Semeru, Bromo, Batok, hingga Gunung Kursi—yang seolah dipagari lautan awan putih. 

Untuk menuju ke sini, saya menyarankan mengambil jalur Desa Wonokerso yang relatif lebih ramah bagi fisik walau jalurnya lebih panjang.

3. Puncak B29 yang Sensasional

Perjalanan selanjutnya menuju Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Lumajang. Berada di ketinggian 2.900 mdpl pada sisi tenggara Bromo, masyarakat setempat menjuluki tempat ini sebagai "Negeri di Atas Awan".

Saat melangkah ke puncak usai menumpangi ojek lokal melewati jalur curamnya, hawa dingin yang menusuk tulang langsung menyambut. Rasa lelah terbayar lunas ketika fajar menyingsing. 

Dari kejungan Puncak B29, hamparan kabut tebal bergulung tepat di bawah kaki, memanjakan mata dengan lanskap menakjubkan Gunung Bromo, Gunung Batok, dan jajaran Pegunungan Tengger dari sudut pandang yang sangat berbeda.

4. Desa Wisata Ranu Pani yang Bikin Adem

Bagi yang mendambakan ketenangan dengan paduan lanskap dan kearifan lokal, Desa Wisata Ranu Pani di Kecamatan Senduro, Lumajang, adalah tempat yang pas. Terletak di ketinggian 2.100 mdpl di utara Gunung Semeru, desa ini memancarkan nuansa petualangan yang begitu kental.

Di sini, saya menghabiskan waktu menikmati heningnya Danau Ranu Pani serta menyusuri Danau Ranu Regulo yang kerap menjadi spot favorit para pencinta camping. 

Selain hamparan perkebunan kubis dan kentang milik warga, hangatnya senyum Suku Tengger yang masih memegang teguh adat istiadat dan seni tradisi membuat kunjungan ke Ranu Pani terasa begitu membekas di hati.

5. Kesegaran Coban Trisula

Perjalanan eksplorasi lingkar TNBTS saya akhiri di wilayah Kabupaten Malang, tepatnya di Dusun Ngadas, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Sesuai namanya, Coban Trisula menyajikan pemandangan unik berupa air terjun bertingkat tiga yang membelah keasrian hutan lereng pegunungan.

Dari area parkir, saya melakoni trekking santai menyusuri rute sejauh 5 kilometer. Sepanjang perjalanan, rindangnya pepohonan, udara segar yang belum terjamah polusi, serta gemercik air yang menenangkan menjadi penawar lelah yang sempurna. 

Tebing-tebing alami di sekitar dasar air terjun juga menyajikan latar ciamik bagi yang suka mengabadikan momen perjalanan lewat jepretan kamera.

Catatan Perjalanan

Penutupan akses menuju kawah Gunung Bromo terbukti bukanlah akhir dari sebuah petualangan. Kelima destinasi di atas membuktikan betapa kaya dan bervariasinya lanskap alam yang berada dalam koridor kawasan Bromo-Lumajang-Probolinggo-Malang.

Namun ingat, sebagian besar akses menuju lokasi-lokasi ini membutuhkan fisik yang prima, kendaraan yang sehat untuk melahap tanjakan curam, serta persiapan perlengkapan yang matang. Jadi, destinasi mana yang akan masuk ke dalam daftar jelajah Anda berikutnya? ***

Jangan berkecil hati saat akses ke Bromo ditutup. Intip pengalaman menjelajahi alternatif wisata eksotis di kawasan TNBTS, Jawa Timur.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories