JAKARTA, RIWARA.id - Bursa jabatan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) RI mendadak jadi sorotan publik. Nama Norman Joesoef, seorang pengusaha nasional yang bergerak di sektor industri pertahanan strategis, santer dikabarkan masuk dalam radar calon Wamenhan untuk mendampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
Meski belum ada keputusan resmi dari Istana, masuknya figur nonmiliter ke lingkaran pimpinan Kemenhan mendapatkan respons positif dari DPR RI.
"Apabila nantinya posisi tersebut diisi oleh sosok dari kalangan nonmiliter, saya kira hal itu tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang otomatis menimbulkan gesekan dengan TNI," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, Senin, 10 Agustus 2026.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Norman Joesoef? Berikut ini profil dan rekam jejak pengusaha alutsista (alat utama sistem persenjataan) dalam negeri ini.
Arsitek di Balik Raksasa Industri Pertahanan Swasta
Norman Joesoef sejatinya bukanlah nama baru di panggung industri keamanan nasional. Ia merupakan Founder sekaligus Chairman dari Republikorp (PT Republik Korpora Indonesia), korporasi swasta nasional yang berfokus pada manufaktur persenjataan dan pengembangan teknologi strategis.
Sejak mendirikan Republikorp pada tahun 2013, Norman membawa visi besar untuk membangun industri pertahanan mandiri berbasis teknologi modern. Di bawah komandonya, Republikorp aktif mengembangkan kendaraan tempur dan amfibi, sistem persenjataan dan amunisi taktis, hingga teknologi pesawat tanpa awak (drone UAV) buatan lokal.
Gebrakan Norman tidak berhenti di pasar domestik. Ia berhasil membawa Republikorp menembus panggung internasional melalui kerja sama bernilai miliaran dolar bersama raksasa pertahanan dunia. Beberapa mitra globalnya mencakup Baykar Makina dan Roketsan asal Turki, hingga EDGE Group dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk program transfer teknologi serta produksi bersama.
Latar Belakang Pendidikan Mentereng: Lulusan Unhan dan Eropa
Keberhasilan Norman memimpin industri alutsista juga ditopang oleh latar belakang akademiknya yang linear dan kuat. Ia mengombinasikan pemahaman politik ekonomi global dengan strategi keamanan negara:
- Anglo-American University, Praha (Ceko): Meraih gelar di bidang Political Economy serta Political Science and Government (2009–2012).
- Universitas Pertahanan (Unhan) RI: Menyelesaikan pendidikan Magister (M.Han) di bidang Total War Strategy atau Strategi Perang Semesta (2021–2023).
Rekam Jejak Karier dan Bisnis
Jejak langkah Norman di dunia manufaktur dan teknologi pertahanan terbilang sangat melesat:
2013 – Sekarang (Pendiri & Dirut PT Republik Korpora Indonesia): Membangun holding company Republikorp yang menaungi ekosistem alutsista, teknologi siber, hingga manufaktur persenjataan domestik.
2017 – 2019 (Direktur Utama PT Cahaya Sukses Gerilya Indonesia): Mengamankan kontrak-kontrak strategis awal pengadaan alutsista dengan TNI AD, seperti jembatan amfibi (2017) dan kendaraan tempur Pandur 8×8 (2018).
2019 – Sekarang (Chairman & CEO Grup Republikorp): Memimpin holding korporasi yang membawahi anak perusahaan strategis (seperti PT Republik Armamen Industri dan Republik Defence) serta mengendalikan konsorsium joint-venture global seperti PT Republik Roketsan Indonesia.
Itulah ulasan mengenai profil dan rekam jejak Norman Joesoef yang masuk bursa calon Wamenhan RI di Kabinet Presiden Prabowo Subianto. ***
Pengusaha pertahanan dan alutsista Norman Joesoef digadang-gadang jadi calon Wamenhan RI. Simak profil, rekam jejak, dan lini bisnis dia