JAKARTA, RIWARA.id - Bursa calon Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) mendadak menghangat. Nama Norman Joesoef, seorang pengusaha nasional yang selama ini berkecimpung di industri pertahanan, belakangan santer disebut-sebut bakal mengisi posisi penting mendampingi Menteri Pertahanan.
Munculnya figur nonmiliter dalam bursa Wamenhan lantas memantik dinamika publik. Tak sedikit yang bertanya-tanya, apakah sosok dari latar belakang sipil sanggup menjalin sinergi harmonis dengan institusi TNI?
Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai sosok yang akan ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk mendampingi Sjafrie Sjamsoeddin.
Jadi Sorotan Anggota DPR RI
Menanggapi isu panas tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyuarakan pandangan yang menyejukkan. Politisi Partai Golkar ini menilai bahwa latar belakang profesi—baik sipil maupun militer—seharusnya tidak dijadikan ukuran tunggal dalam memilih seorang Wamenhan.
"Apabila nantinya posisi tersebut diisi oleh sosok dari kalangan nonmiliter, saya kira hal itu tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang otomatis menimbulkan gesekan dengan TNI," tegas Dave dikutip dari laman resmi DPR RI, Senin 10 Agustus 2026.
Pertanyakan soal Kompetensi dan Rekam Jejak
Menurut Dave, selama pembagian tugas dan kewenangannya dirumuskan secara presisi, komunikasi terjalin baik, dan semua elemen bekerja dalam koridor kebijakan pertahanan nasional yang sama, kerja sama profesional justru akan tercipta dengan solid.
Posisi Wamenhan, lanjutnya, adalah jabatan strategis yang membutuhkan фигура dengan pemahaman mendalam tentang isu-isu pertahanan, rekam jejak pengalaman yang mumpuni, serta kemampuan manajerial dan koordinasi antar-lembaga yang kuat.
"Yang paling utama adalah menjaga soliditas dan menempatkan kepentingan pertahanan negara di atas kepentingan lainnya," ujar Dave.
Ia menekankan, dengan kapasitas serta kompetensi yang tepat, seorang Wamenhan dari kalangan sipil tetap mampu menjalankan tugasnya secara efektif untuk menyokong penuh kerja-kerja Menteri Pertahanan.
Keputusan Final di Tangan Prabowo
Meski nama Norman Joesoef kini tengah hangat diperbincangkan di ruang publik, Dave mengingatkan semua pihak agar bersabar dan tidak berspekulasi melampaui proses politik yang sedang berjalan.
Sebab, pengangkatan wamen sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto dalam menata komposisi dan kebutuhan kabinetnya.
"Terkait wacana pengisian posisi Wakil Menteri Pertahanan, itu merupakan bagian dari kewenangan Presiden. Karena itu, kita perlu menunggu keputusan resmi dan tidak mendahului proses," pungkas putra politisi senior Agung Laksono, seorang politikus senior Agung Laksono, mantan Ketua Umum Partai Golkar serta mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga. ***
Nama pengusaha pertahanan Norman Joesoef mengemuka sebagai calon Wamenhan. DPR menilai sosok nonmiliter berpeluang tempati posisi itu