Bus Jemaah Haji Indonesia Terlibat Kecelakaan di Madinah, 10 Orang Luka-luka, Begini Kondisinya

Rabu, 29 April 2026 | 21:51 WIB
Ilustrasi - Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi
Ilustrasi - Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi (Foto: Instagram.com/@kantorurusanhaji)

RIWARA.id - Kecelakaan bus yang melibatkan jemaah haji Indonesia, terjadi di Madinah pada 28 April 2026 pukul 10.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj), Moh. Hasan Afandi, mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan jemaah dari kelompok terbang SUB-02 dan JKS-01.

Berdasarkan laporan dari petugas di lapangan, ada 7 jemaah JKS-01, 2 jemaah SUB-02, serta 1 pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang mengalami luka-luka.

“Seluruh jemaah yang terdampak insiden tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan pendampingan dari petugas. Saat ini, ada satu jemaah atas nama Sri Sugi Hartini (60 tahun) masih menjalani perawatan di RS Al Hayyat Madinah,” ujar Hasan, dikutip Riwara.id dari laman haji.go.id, Rabu 29 April 2026.

Kemenhaj memastikan bahwa kondisi para jemaah masih terus dipantau secara intensif, dengan pemenuhan seluruh kebutuhan medis maupun logistik.

Pendampingan juga dilakukan Kemenhaj secara berkelanjutan, untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah dalam masa pemulihan.

Lebih lanjut, Hasan mengungkapkan komitmen Kemenhaj dalam menjaga ketertiban dan kualitas layanan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk peran KBIHU di lapangan.

Ia menekankan pentingnya koordinasi aktif antara KBIHU dan petugas resmi pemerintah di Arab Saudi.

“Semua KBIHU wajib berkoordinasi dengan petugas, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta mengutamakan keselamatan jemaah dalam setiap aktivitas,” jelasnya.

Hasan juga mengingatkan bahwa tidak boleh ada aktivitas di luar kepentingan ibadah yang berpotensi merugikan jemaah, termasuk adanya pungutan tambahan yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Kami tegaskan tidak boleh ada penawaran di luar kepentingan ibadah, tidak boleh ada pungutan tambahan, dan semua aktivitas harus terkoordinasi dengan petugas resmi," tegasnya.

Apabila ketentuan tersebut dilanggar, lanjut Hasan, maka Kemenhaj tidak akan ragu memberikan sanksi tegas hingga pencabutan izinnya.

Kemenhaj berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan haji yang aman, tertib, nyaman, dan berorientasi pada perlindungan seluruh jemaah Indonesia.

 

Kedatangan Jemaah Haji di Arab Saudi 

Di sisi lain, Kemenhaj menyampaikan perkembangan terkini penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi pada hari kedelapan masa operasional atau Selasa 28 April 2026.

Secara umum, proses pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia melalui berbagai embarkasi berjalan lancar.

Hingga Selasa, tercatat sebanyak 104 kloter dengan total 40.796 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Sementara itu, jumlah jemaah yang telah tiba di Madinah, kini mencapai 93 kloter dengan total 36.483 jemaah.

Pendampingan petugas terus dilakukan mulai dari kedatangan jemaah di bandara, hingga sampai ke hotel yang telah disiapkan pemerintah.

Kecelakaan bus jemaah haji Indonesia, terjadi di Madinah pada 28 April 2026 pukul 10.30 Waktu Arab Saudi. Ada 10 jemaah yang luka ringan.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories