Riwara.id – Sebagai masyarakat awam kadang sering bertanya dan mencari informasi kenapa orang di daerah sekitar kita yang masuk dalam kategori rentan miskin belum tersentuh bansos, sedangkan yang berkecukupan mendapat bansos.
Apa sebenarnya tolak ukur pemerintah memberikan bansos atau tidak memberikan bansos pada masyarakat. Ada satu sistem yang menjadi penentu penerima bansos yaitu desil.
Dikutip Riwara.id dari laman Cek Bansos, Rabu, 29 April 2026, desil adalah metode pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat yang digunakan pemerintah untuk menentukan penerima bansos. Seluruh penduduk dibagi ke dalam 10 kelompok, mulai dari kategori paling miskin hingga paling sejahtera.
Data ini dikelola melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang disusun oleh Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan terintegrasi dengan data kependudukan dari Dukcapil.
Berikut pembagian kelompok desil berdasarkan tingkat kesejahteraan:
Desil 1: Sangat miskin (prioritas utama bansos)
Desil 2: Miskin (prioritas utama bansos)
Desil 3: Hampir miskin (masih menjadi sasaran bantuan)
Desil 4: Rentan miskin (batas akhir prioritas)
Desil 5: Menengah ke bawah (jarang menerima bantuan)
Desil 6–10: Menengah ke atas (tidak termasuk penerima bansos)
Perlu diketahui, meski berbasis sistem digital, data desil tidak selalu akurat. Beberapa penyebabnya antara lain:
Data kependudukan belum diperbarui, seperti perubahan alamat atau jumlah anggota keluarga
Tercatat memiliki aset yang sebenarnya sudah tidak dimiliki
Data lama yang belum pernah diperbarui dalam waktu lama
Ketidaksesuaian antara data Dukcapil dan kondisi ekonomi terkini
Cara Mengecek Status Desil
Masyarakat bisa mengecek statusnya melalui dua cara resmi:
Pertama melalui website cekbansos.kemensos:
Kunjungi laman cekbansos.kemensos.go.id
Masukkan NIK dan kode captcha
Klik “Cari Data” untuk melihat hasil
Kedua melalui Aplikasi Cek Bansos:
Unduh aplikasi resmi “Cek Bansos”
Daftar dan lakukan verifikasi identitas
Buka menu profil untuk melihat detail data termasuk desil.***
Meski sudah masuk dalam sistem DTSEN kenapa data desil sering tidak akurat ternyata ini penyebabnya