Ilustrasi - Peringatan Dini Cuaca di Jabodetabek dalam 5 Hari ke Depan (Foto: Freepik.com)
RIWARA.id- Beberapa waktu terakhir cuaca ektrem semakin meradang, mulai dari pulusi kendaraan dan industri meningkat, panas ekstrem, hujan tiba-tiba deras, badai angin, badai petir hingga alam menampilkan kecakupnya bahwa dalam keadaan tak baik-baik saja.
Lalu bagaimana dampaknya terhadap kesehatan paru-paru dalam tubuh.
Perubahan suhu dan kualitas udara bisa memicu banyak hal termasuk terjadinya gangguan fisik pada tubuh seperti gangguan pernapasan akut, terutama kelompok tubuh rentan seperti anak-anak, lansia, penderita penyakit paru kronis dan penderita penyakit lainnya.
Lingkungan yang semakin redup, menjadikan banyak pengaruh signifikan terhadap perubahan yang terjadi dari berbagai aspek mulai cuaca, letak geografis, perubahan iklim, hingga keadaan alam.
Terkait ini akan menjadi perhatian Bersama, kolaborasi bersama dalam meningkatkan kualitas lingkungan untuk menjaga makhluk pribumi dari hulu ke hilir, sehingga alam Kembali stabil minimal tidak terlalu buru k yang akan berdampak pada anak cucu Negeri ini.
Dalam kesempatan Talkshow Keluarga sehat terdapat bincang hangat seorang ahli yang memberikan pemaparan penting bagi kita dalam menjaga paru-paru dan mengetahui dampak pengaruh Kesehatan akibat cuaca ektrem.
“Sesuatu yang ektrem dan berlebihan tidak berdampak baik pada tubuh, akan menimbulkan banyak gangguan paru serta akan mengganggu kekebelan sistem imunitas tubuh” katanya dalam siaran langsung video Instagram talkshow “Kesehatan Paru di Tengah Cuaca Ekstrem” bersama: dr. Santi Rahayu Dewayanti, Sp.P dari RSJPD Harapan Kita
div>
Beliau menambahkan informasi ketika seseorang terkena dampak cuaca ektrem seperti gejala-gelaja yang terkena infeksi paru akan mengalami batuk pilek diikuti dengan demam ringan, demam lebih dari 3 hari, batuk berdahak terus menerus, dan tubuh lemas jika terus menerus akan berdampak pada kesehatan tubuh, langsung hubungi dokter terdekat dan instansi medis lainnya.
“Untuk itu kita harus menjaga kebersihan hidup sehat, menerapkan PHBS dalam lingkungan keluarga, mencuci tangan sebelum makan, membersihkan setiap sudut rumah, minum suplemen kesehatan dan vitamin, istirahat teratur” katanya.
Dari banyaknya faktor risiko yang menyebabkan rendahnya imunitas, menjaga kesehatan jiwa dan raga merupakan hal yang paling utama. Mari jaga alam, jaga bumi, jaga lingkungan dan Jaga Kesehatan.
Penulis Pembelajar Siap berkolaborasi, berkontribusi dan bermanfaat untuk Negeri