Sejarah di GP China! Antonelli Pole Termuda F1, Verstappen Terpuruk di Tengah Krisis Red Bull

  • Inung R Sulistyo
  • Sabtu, 14 Maret 2026 | 20:44 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Formula 1 Chinese Grand Prix 2026
Formula 1 Chinese Grand Prix 2026 (Foto: Formula 1)

 

RIWARA.ID – Sensasi besar terjadi pada sesi kualifikasi Formula 1 Chinese Grand Prix 2026 setelah pembalap muda Mercedes Kimi Antonelli mencetak sejarah sebagai pole sitter termuda dalam sejarah Formula 1.

Pembalap asal Italia itu mencatatkan waktu 1 menit 32,064 detik, mengungguli rekan setimnya George Russell yang berada di posisi kedua.

Informasi tersebut dikutip Riwara.id pada hari ini, Sabtu (14 Maret 2026) dari laman resmi Formula 1.

Catatan impresif tersebut membuat Antonelli memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Sebastian Vettel, yang meraih pole position pada GP Italia 2008 saat berusia 21 tahun.

Antonelli kini menorehkan rekor itu pada usia 19 tahun 6 bulan 17 hari.

“Saya sangat senang. Ini sesi yang luar biasa dan cara yang baik untuk menutup hari setelah Sprint yang cukup sulit,” kata Antonelli.

Meski mencatat sejarah, pembalap muda Mercedes tersebut menegaskan fokus utamanya kini adalah balapan utama.

“Ada banyak antusiasme, tapi fokus saya sekarang adalah balapan besok karena ada peluang besar dan saya ingin memaksimalkannya,” ujarnya.

Dominasi Mercedes di Shanghai

< p>Hasil kualifikasi memperlihatkan dominasi Mercedes-AMG Petronas Formula One Team setelah dua pembalapnya mengunci barisan terdepan.

Russell mencatatkan waktu 1:32.286, hanya terpaut 0,222 detik dari Antonelli, menegaskan kebangkitan Mercedes pada akhir pekan balapan di Shanghai International Circuit.

Di belakang mereka, dua pembalap Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, mengamankan posisi start baris kedua.

Hamilton mengakui Ferrari mulai menunjukkan peningkatan performa meski belum sepenuhnya mampu menandingi kecepatan Mercedes.

“Kami tidak membawa upgrade besar, tapi mobil terasa sedikit lebih baik. Kami membuat satu langkah maju,” kata Hamilton.

Ia menambahkan bahwa strategi balapan akan menjadi faktor kunci untuk mempertahankan kecepatan sepanjang lomba.

Verstappen Frustrasi dengan Red Bull

Sementara itu, juara dunia empat kali Max Verstappen mengalami sesi kualifikasi yang mengecewakan setelah hanya mampu mencatat waktu kedelapan tercepat bersama Red Bull Racing.

Verstappen mengaku perubahan setelan mobil yang dilakukan tim tidak memberikan perbaikan signifikan terhadap keseimbangan mobil.

“Kami mengubah seluruh mobil dibanding Sprint, tapi tidak ada perbedaan,” kata Verstappen.

Ia juga mengeluhkan mobil yang terasa tidak konsisten sepanjang sesi.

“Saya tidak memiliki keseimbangan mobil. Dari lap ke lap sangat sulit mendapatkan acuan karena mobil terasa tidak stabil,” ujarnya.

Rekan setimnya Isack Hadjar juga mengalami kesulitan serupa dan hanya mampu start dari posisi ke-10.

Peluang Balapan Masih Terbuka

Meski start dari barisan kedua, Leclerc menilai balapan di Shanghai kerap menghadirkan dinamika tak terduga.

“Dengan mobil sekarang, setelah beberapa lap pertama situasinya bisa sangat kacau dan kami akan ada di sana,” kata Leclerc.

Faktor manajemen ban diperkirakan menjadi tantangan utama dalam balapan, terutama dengan potensi graining yang cukup tinggi di lintasan Shanghai.

Dengan pole position di tangan Antonelli dan persaingan ketat dari Mercedes, Ferrari, serta Red Bull, balapan GP China 2026 diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik musim ini.*

 

Kimi Antonelli mencetak sejarah sebagai pole sitter termuda Formula 1 di GP China 2026 setelah mengalahkan George Russell dan duo Ferrari. Sementara Max Verstappen hanya mampu start dari posisi kedelapan setelah mengeluhkan keseimbangan mobil Red Bull.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News