Riwara.id – Program magang nasional pemerintah yang diberlakukan beberapa waktu lalu menemui kendala pada pelaksanaanya. Pasalnya diketahui tingginya angka pengunduran diri pada program magang nasional.
Melihat kondisi ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan memperketat proses seleksi Program Magang Nasional pada gelombang (batch) berikutnya, menyusul tingginya angka pengunduran diri peserta yang mencapai 8.327 orang dari total pemagang yang telah diterima.
Selain itu, dari total 102.696 peserta yang telah ditetapkan dalam program batch I hingga III, sebanyak 4.238 pemagang tercatat tidak aktif, sedangkan jumlah peserta magang yang masih aktif mencapai 90.131 orang.
“Pada intinya adalah kami mengatakan next batch itu penyaringannya lebih ketat, dengan kita antara lain komunikasi nanti yang lebih intens dengan Kemdiktisaintek untuk tentunya menyampaikan kepada kampus-kampus melalui Career Development Center (CDC),” terang Kepala Badan Perencanaan Ketenagakerjaan Kemnaker, Anwar Sanusi, dikutip Riwara.id dari laman Kemenaker, Sabtu, 14 Maret 2026.
Anwar menjelaskan, pihaknya telah mengkaji berbagai alasan pengunduran diri peserta magang. Sebagian peserta mundur karena telah diterima bekerja, terutama pada pekerjaan tetap, yang dinilai sebagai hal positif.
Namun, ada pula pemagang yang mundur karena pekerjaan magan g dinilai kurang menarik atau tidak sesuai dengan minat mereka.
“Kalau mereka mundur, ya sudah kita cut dan tentunya dia tidak akan mendapatkan hak-haknya sebagai peserta magang,” jelas Anwar.
Terkait pelaksanaan program magang batch IV tahun ini, Anwar mengatakan bahwa Kemnaker masih menunggu arahan Presiden lebih lanjut, meski sudah ada sinyal bahwa program tersebut akan dilanjutkan.
Jika program kembali dilaksanakan pada tahun ini, imbuh dia, Kemnaker akan menyiapkan skema yang lebih baik dan lebih rapi agar memberikan dampak lebih besar, terutama dalam meningkatkan peluang kerja (employability) bagi para peserta.
Ia juga mengisyaratkan, kuota peserta pada batch berikutnya berpotensi bertambah dari target tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 100 ribu orang.
Secara keseluruhan, Kemnaker akan melakukan pembenahan dalam penyelenggaraan program magang, tidak hanya proses seleksi, melainkan juga penyebaran lokasi magang agar tidak terpusat di Jakarta serta melibatkan lebih banyak institusi.
Penyelenggara program magang, baik perusahaan maupun institusi, juga diminta menyampaikan proposal yang lebih detail mengenai kebutuhan pemagangan sehingga pekerjaan yang diberikan kepada peserta dapat terdefinisi secara rinci.
Selain itu, keberadaan mentor dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan magang berjalan dengan baik. Namun, sistem pengawasan terhadap mentor juga akan diperkuat, misalnya melalui penunjukan supervisor dari pihak penyelenggara.
Kemnaker juga berencana membenahi kurikulum magang agar kompetensi yang diperoleh peserta dapat terukur. Program nantinya diarahkan agar terhubung dengan sertifikasi kompetensi sehingga peserta mempe roleh pengakuan atas keahlian yang dimiliki setelah menyelesaikan program.
Anwar memandang, sertifikasi tersebut penting karena dapat menjadi bekal bagi peserta untuk melanjutkan karier, baik jika direkrut oleh tempat magangnya maupun saat mencari pekerjaan di tempat lain.***


Tingginya angka pengunduran diri peserta magang Kemnaker perketat seleksi program magang nasional agar tepat sasaran di dunia industri