PT Angkasa Pura Indonesia Prediksi Jumlah Pesawat Lebaran 2026 Capai 9 Juta Penumpang, Alami Kenaikan 2 Persen Dibanding Tahun Lalu

  • Windy Anggraina
  • Kamis, 12 Maret 2026 | 12:18 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina
Deretan pesawat komersial parkir di apron Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mencatat penjualan tiket pesawat domestik jelang mudik Idulfitri 2026 telah mencapai 1,7 juta kursi
Jumlah penumpang mudik lenaran 2026 dengan transportasi pesawat meningkat dibanding tahun lalu(Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

Riwara.id – Lebaran tahun 2026 tampaknya sedikit berbeda dibanding lebaran tahun sebelumnya, hal ini terlihat dari lonjakan penumpang pesawat yang lebih banyak di tahun 2026.

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memprediksi jumlah penumpang pesawat pada periode Lebaran tahun ini sebanyak 9 juta penumpang. Sementara, proyeksi jumlah penumpang untuk sepanjang tahun 2026 sebanyak 160 juta.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono mengatakan, perkiraan trafik penumpang periode lebaran tahun ini mengalami kenaikan sekitar 2% dibandingkan tahun 2025.

"Saat periode lebaran ini kita ekspektasinya ada 9 juta traffic, peningkatan 2% dibanding tahun lalu," ujarnya seperti dikutip Riwara.id dari laman injourneyairport.id, Kamis, 12 Maret 2026.

Maya m enyoroti dinamika industri maskapai yang sedang bergejolak akibat dari imbas geopolitik di Timur Tengah. Namun, pihaknya akan mengantisipasi agar ekosistem bandara dan pariwisata Indonesia tetap kondusif.

"Pastinya kita dengan adanya reason geopolitical climate yang terjadi ya, ini kita harus mengantisipasi juga bagaimana. Karena pastinya di periode tertentu yang lalu ada delay maupun cancellation of flights dan lain sebagainya. Itu yang kami usahakan tetap memberikan service yang terbaik kepada customer, kepada penumpang," ungkapnya.

Setiap anggota holding akan berkoordinasi dan bersinergi dalam menghadapi situasi geopolitik saat ini mulai dari operasional dan service bandara hingga ekosistem pariwisata. "Jadi gak mungkin bisa dari hulu ke hilir ini ekosistem terjadi tanpa adanya gotong royong dari semua ekosistem," tambahnya.

Wakil Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Achmad Syahir mengatakan, perkiraan penumpang sepanjang tahun 2026 yang mencapai 160,7 juta mengalami kenaikan sebesar 2% dibandingkan tahun 2025. Sementara pergerakan pergerakan pesawat turun 0,03% menjadi 1.189.791. Namun, pesawat kargo mengalami kenaikan 1,8% menjadi 1,559 juta ton.

"Ini menjadi challenge di industri kebandarudaraan maupun aviasi. Di antara 37 bandara kita, ada 5 yang topnya. Yaitu CGK, Denpasar, Surabaya, Ujung Pandang dan Medan," tambahnya.

Terkait dengan periode Lebaran, Ia memaparkan, pihaknya mulai membuka posko tanggal 13 hingga 3 0 Maret 2026, yang mana pada tanggal 13 Maret akan ada lonjakan penumpang lebih dari 498.000, dengan pergerakan pesawat sekitar 3.357.

InJourney mengantisipasi kebijakan pemerintah terkait imbauan kerja dari manapun atau Work From Anywhere (WFA). Hal itu dapat memicu kepadatan penumpang karena hari libur yang lebih panjang.

Potensi lonjakan penumpang akan terjadi di dua bandara yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai yang ada di Denpasar.

"Kalau di CGK itu di tanggal hari Sabtu, tanggal 14 (Maret 2026) sekitar 179.000. Kemudian arus baliknya di tanggal 28 (Market 2026) 198.000. Ini untuk di Soekarno-Hatta, Sementara di Bali, di Bali hari Sabtu tanggal 14 (Maret 2026) itu sekitar 67.000. Tanggal 28 (Maret 2026), sekitar 73.000," pungkasnya.***

 

Jumlah angkutan lebaran 2026 moda transportasi pesawat mengalami kenaikan 2 persen dibanding tahun lalu

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

Topic News