BMKG Pantau Tiga Bibit Siklon Tropis, Waspada Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi di Sejumlah Wilayah

  • Ari Kristyono
  • Selasa, 03 Maret 2026 | 14:58 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono

RIWARA.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau tiga bibit siklon tropis yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Tiga sistem yang terpantau hingga Selasa (3/3) pukul 07.00 WIB masing-masing adalah Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia selatan Banten–Jawa Barat, Bibit Siklon Tropis 93S di barat laut daratan Australia, serta Bibit Siklon Tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah selatan Papua Selatan.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan pemantauan dilakukan intensif selama 24 jam penuh melalui Tropical Cyclone Warning Center Jakarta (TCWC) Jakarta.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsung seperti genangan dan angin kencang. Pastikan hanya mengakses informasi resmi BMKG untuk menghindari hoaks,” ujar Faisal.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, Bibit Siklon 90S memiliki peluang tinggi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam ke depan. Sementara 93S dan 92P berpeluang rendah, namun tetap berdampak pada kondisi cuaca dan perairan Indonesia.

Menurutnya, kemunculan tiga bibit siklon ini meningkatkan gradien tekanan udara sehingga memperkuat angin permukaan dan memicu pemusatan massa udara. Kondisi tersebut diperkuat suhu muka laut yang hangat di perairan selatan dan timur Indonesia serta terbentuknya area pertemuan angin dari Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Angin kencang berpotensi melanda Bali, DI Yogyakarta, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, hingga pesisir selatan Papua Selatan.

Dari sisi kelautan, peningkatan kecepatan angin berpotensi memicu gelombang kategori sedang hingga tinggi (1,25–2,5 meter) di Laut Flores, Laut Banda, Selat Sunda, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.

Sementara gelombang tinggi 2,5–4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, selatan Banten hingga Bali, Laut Sawu, selatan NTB dan NTT, serta Laut Arafura.

BMKG mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat di sertai kilat dan angin kencang yang dapat memicu banjir, genangan, hingga tanah longsor di wilayah rawan.

Nelayan dan pelaku transportasi laut diminta memperhatikan informasi prakiraan tinggi gelombang sebelum berlayar. Pembaruan informasi cuaca dapat diakses melalui kanal resmi Info BMKG dan laman tropicalcyclone.bmkg.go.id. (*)

BMKG pantau tiga bibit siklon tropis, potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News