BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran 2026, Jawa Tengah Masuk Wilayah Risiko Tinggi

  • Ari Kristyono
  • Rabu, 25 Februari 2026 | 14:38 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono

RIWARA.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi cuaca ekstrem masih terjadi saat periode mudik Lebaran 2026, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat yang menjadi jalur utama pemudik.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi karena Idulfitri tahun ini masih berada dalam musim hujan dengan curah hujan kategori rendah hingga sangat tinggi pada Februari–Maret 2026.

“Di beberapa daerah saat memasuki Idulfitri kita masih menghadapi cuaca ekstrem, terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah yang merupakan rute dengan mobilitas pemudik paling banyak. Namun di akhir periode Lebaran curah hujan mulai melandai,” ujarnya dalam rapat koordinasi persiapan Angkutan Lebaran di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Pegawai Wajib Simak! Menaker Beri Bocoran Aturan Pembayaran THR 2026, Perusahaan yang Tidak Mematuhi Aturan Akan Dikenakan Sanksi Ini

BMKG menegaskan informasi meteorologi memiliki peran penting dalam keselamatan operasional transportasi darat, laut, dan udara selama arus mudik dan balik Lebaran.

Berdasarkan prakiraan BMKG, pada Februari peluang curah hujan sangat tinggi terjadi di sejumlah wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Memasuki Maret, potensi hujan tinggi masih berlangsung di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.

Untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, BMKG mendorong langkah mitigasi terpadu termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dapat dilakukan secara situasional sesuai kebutuhan. Pemerintah daerah dengan tingkat risiko tinggi diminta berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG.

Baca juga: Puasa Ramadan pada Pasien Kanker Paru: Aman atau Berisiko? Berikut Penjelasan Ilmiah Dokter Onkologi Toraks RSUD Moewardi

Selain itu, BMKG menyiapkan layanan informasi berbasis digital untuk mendukung transportasi selama Lebaran, di antaranya System of Interactive Aviation Meteorology (Ina-SIAM) untuk sektor penerbangan, Digital Weather for Traffic (DWT) untuk jalur darat, serta Indonesia Weather Information for Shipping (InaWIS) untuk pelayaran.

Informasi cuaca juga disebarkan melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, media sosial, hingga display cuaca di sejumlah ruas tol. BMKG juga akan mengirim surat langsung kepada kepala daerah jika muncul potensi bahaya signifikan seperti siklon tropis.

Sebanyak 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG disiagakan selama periode Lebaran. Posko BMKG di 38 provinsi juga beroperasi 24 jam untuk memastikan layanan informasi tetap optimal.

Baca juga: Makanan dan Minuman yang Menyebabkan Kantuk Setelah Sahur, Apa Saja dan Bagaimana Cara Menanganinya?

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan empat kunci keberhasilan Angkutan Lebaran 2026, yaitu keselamatan dan keamanan, perhatian terhadap detail, sinergi dan kolaborasi, serta kewaspadaan terhadap potensi gangguan di lapangan.

Ia mengapresiasi dukungan BMKG dalam penyediaan pembaruan data cuaca yang menjadi dasar pengambilan keputusan lintas sektor.

Pemerintah berharap melalui koordinasi yang kuat dan dukungan informasi berbasis data, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar, serta menekan angka kecelakaan dan korban jiwa.

 

BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem saat mudik Lebaran 2026, Jawa Tengah masuk wilayah risiko tinggi curah hujan.

Foto Default
Author : Ari Kristyono

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News