Masker Gas, Bola Pemadam Api, dan Benda Diduga Granat Ditemukan di Karaton Surakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:54 WIB
Bola pemadam api berupa wadah kaca berisi cairan bening yang ditemukan dalam kegiatan pembersihan kawasan revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat Selasa 20 Oktober 2026
Bola pemadam api berupa wadah kaca berisi cairan bening yang ditemukan dalam kegiatan pembersihan kawasan revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat Selasa 20 Oktober 2026 (Foto: Dok. Riwara.id)

 

SURAKARTA, RIWARA.ID — Kegiatan pembersihan kawasan revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat mengungkap sejumlah benda lama yang diduga berkaitan dengan perlengkapan perang dan peralatan keselamatan masa lalu. Benda-benda tersebut meliputi benda menyerupai granat, masker yang diduga masker gas atau masker perang, serta bola pemadam api berbentuk wadah kaca berisi cairan bening.

Temuan itu berada di kawasan belakang Bangsal Marcukudo atau Panti Pidana, lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat, Selasa (20/10/2026). Penemuan benda yang diduga berbahaya tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengamanan lokasi dan pemeriksaan oleh kepolisian.

Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko mengatakan, benda menyerupai granat ditemukan ketika abdi dalem bersama petugas revitalisasi melakukan pembersihan kawasan.

“Awalnya abdi dalem dan petugas revitalisasi sedang melakukan bersih-bersih, kemudian menemukan benda tersebut,” kata Condro dalam keterangan resminya, Selasa (20/10/2026).

Menurut Condro, benda tersebut ditemukan dalam kondisi tertimbun tanah dan berkarat sehingga memerlukan penanganan khusus dari personel yang memiliki keahlian.

“Saat ditemukan, granat tersebut dalam kondisi tertimbun tanah dan berkarat, sehingga memerlukan penanganan khusus dari tim Jibom Brimob Polda Jawa Tengah,” ujarnya.

Laporan penemuan diterima melalui layanan kepolisian 110 dan Polsek Pasar Kliwon. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan area penemuan.

Polisi menduga benda tersebut merupakan mortir yang menyerupai granat manggis. Identitas teknis dan kondisi benda perlu dipastikan melalui pemeriksaan petugas berwenang.

Granat Dimusnahkan di Mako Brimob

Granat Dimusnahkan di Mako Brimob
Granat Dimusnahkan di Mako Brimob (Foto: Rama, Dok. LDA Karaton Surakarta)

 

Dalam perkembangan penanganannya, granat yang ditemukan tersebut dilaporkan telah menjalani proses disposal atau pemusnahan di Markas Komando (Mako) Brimob Subden 3/C Pelopor Gunung Kendil.

Proses pemusnahan merupakan bagian dari penanganan benda yang diduga mengandung bahan peledak oleh personel berwenang. Penanganan semacam ini penting untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat maupun petugas yang bekerja di kawasan revitalisasi.

Sementara itu, informasi mengenai jenis pasti granat dan kondisi teknisnya tetap mengacu pada hasil pemeriksaan pihak berwenang.

Polisi Sisir 13 Lokasi di Lingkungan Karaton

Penemuan granat kuno di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat menjadi perhatian saat pembersihan kawasan peninggalan sejarah Selasa 20 Oktober 2026
Penemuan granat kuno di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat menjadi perhatian saat pembersihan kawasan peninggalan sejarah Selasa 20 Oktober 2026 (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya benda berbahaya lain, Polresta Surakarta melakukan penyisiran dan sterilisasi di 13 lokasi di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat. Area yang diperiksa antara lain Keraton Kilen, Keputren, dan Ndalem Ageng.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari peningkatan pengamanan selama proses revitalisasi berlangsung, terutama ketika kegiatan pembersihan berpotensi membuka area yang sebelumnya tertutup atau tertimbun.

“Untuk kenyamanan bersama, kita juga meningkatkan pengamanan di kompleks Keraton Surakarta selama proses revitalisasi berlangsung, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Condro.

Polisi mengimbau abdi dalem dan petugas revitalisasi agar tidak menyentuh atau memindahkan benda yang dicurigai sebagai amunisi maupun benda berbahaya lainnya. Jika menemukan benda serupa, mereka diminta segera melapor melalui layanan 110 atau kepada Polsek Pasar Kliwon.

Masker Perang dan Bola Pemadam Api Ikut Ditemukan

Masker gas atau masker perang kuno yang ditemukan saat pembersihan kawasan Panti Pidana Karaton Surakarta Hadiningrat Selasa 20 Oktober 2026
Masker gas atau masker perang kuno yang ditemukan saat pembersihan kawasan Panti Pidana Karaton Surakarta Hadiningrat Selasa 20 Oktober 2026 (Foto: Dok. Riwara.id)

 

KPH Eddy Wirabhumi, salah satu anggota tim hukum Karaton Surakarta Hadiningrat dalam Lembaga Dewan Adat (LDA), menyampaikan bahwa pembersihan kawasan tersebut juga menemukan benda-benda lama selain granat.

Di antaranya masker yang diduga merupakan masker gas atau masker perang serta benda yang disebut sebagai bola pemadam api (fire extinguisher ball atau fire ball extinguisher).

Bola pemadam api merupakan perangkat pemadam yang dirancang untuk membantu memadamkan api. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, benda yang ditemukan di lingkungan Karaton berupa cairan bening di dalam wadah kaca dan disebut memiliki fungsi untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran, dengan cara dilemparkan ke arah sumber api.

Meski demikian, identitas benda yang ditemukan tersebut masih perlu diverifikasi. Fungsi, kandungan cairan, usia, serta cara penggunaan yang tepat tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan bentuk fisiknya.

Eddy mengatakan dirinya telah meminta bantuan kepolisian agar personel yang memiliki keahlian khusus dapat memeriksa dan menangani benda-benda yang berpotensi membahayakan.

“Saya sudah meminta Pak Kapolres agar dibantu Jihandak untuk menetralisasi barang-barang di situ, karena masih ada yang berbahaya,” kata Eddy.

Menelusuri Jejak Sejarah Karaton

S
Baliho di depan Gapura Gladag yang merupakan gerbang terdepan menuju kompleks Keraton Surakarta
Baliho di depan Gapura Gladag yang merupakan gerbang terdepan menuju kompleks Keraton Surakarta (Foto: Inung R Sulistyo)

Penemuan benda-benda lama tersebut menarik perhatian karena berada di kawasan yang memiliki riwayat fungsi khusus di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat.

Menurut Eddy, Panti Pidana pada masa lalu digunakan sebagai tempat penahanan kerabat keraton yang dinilai melanggar aturan setelah melalui pemeriksaan dan persidangan internal. Sementara itu, kawasan Sidikoro disebut pernah digunakan sebagai tempat pemeriksaan.

Eddy juga menjelaskan bahwa area tersebut pernah berkaitan dengan penyimpanan perlengkapan prajurit keraton. Menurut keterangannya, sebagian besar perlengkapan perang keraton telah diserahkan untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Meski demikian, asal-usul benda yang ditemukan dalam kegiatan revitalisasi ini belum dapat dipastikan. Dugaan bahwa benda tersebut berkaitan dengan masa perjuangan kemerdekaan masih membutuhkan penelitian dan verifikasi sejarah.

Berpotensi Menjadi Bahan Literasi Museum

Salah satu sudut museum Keraton Surakarta
Salah satu sudut museum Keraton Surakarta (Foto: Ari Kristyono)

 

Setelah dinyatakan aman dan identitasnya terverifikasi, benda-benda lama tersebut berpotensi menjadi sumber informasi mengenai sejarah Karaton Surakarta Hadiningrat.

Eddy berharap proses identifikasi dapat menjelaskan jenis benda, fungsi, dan konteks penggunaannya pada masa lalu. Informasi yang telah terverifikasi nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan edukasi di museum.

“Setelahnya tentu bisa dilakukan verifikasi, ini alat apa, untuk apa, dan seterusnya. Nantinya bisa menjadi literasi di museum yang baru,” ujarnya.

Temuan ini memperlihatkan bahwa revitalisasi kawasan tidak hanya berkaitan dengan penataan fisik bangunan, tetapi juga membuka peluang untuk menelusuri kembali benda-benda lama yang memiliki nilai sejarah.

Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas. Benda yang diduga mengandung bahan peledak harus ditangani personel berwenang, sedangkan identitas dan nilai historis benda-benda lainnya perlu ditetapkan melalui pemeriksaan serta penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.*

Revitalisasi Karaton Surakarta mengungkap benda diduga granat, masker gas, dan bola pemadam api. Polisi menyisir 13 lokasi untuk mengantisipasi bahaya.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories