RIWARA.id - Bagi kamu yang sering mendengarkan musik di platform YouTube, maka bisa membaca artikel ini sampai habis karena sangat penting sekali.
Dilansir dari TechCrunch, YouTube Music resmi meluncurkan fitur baru yang melabeli lagu-lagu yang dibuat dengan bantuan artificial intelligence (AI).
Sistem pelabelan baru ini membuat pengguna bisa mengidentifikasi berbagai macam musik yang dibuat menggunakan AI, baik dalam komposisi musik atau vokal.
Label AI ini akan muncul di halaman pemutar lagu dan ketika di klik maka akan menampilkan informasi rinci tentang kecerdasan buatan yang ada di dalam lagu.
Selain YouTube Music, label ini juga akan masuk ke dalam aplikasi utama milik YouTube.
Selain meluncurkan fitur baru ini, YouTube juga sudah bekerja sama dengan berbagai mitra industri musik dan mengerahkan alat pemindaian internal untuk melakukan identifikasi.
Kalau melihat halaman resmi YouTube, mitra bisa melakukan deskripsi penggunaan AI generatif dalam karya yang diupload lewat tiga kategori.
Kategori tersebut adalah Fully Gen AI (Dibuat sepenuhnya oleh AI), Partly Gen AI (sebagian AI) atau No Gen AI (dibuat tanpa bantuan AI).
Bagi musik yang dibuat menggunakan bantuan auto-tune, maka YouTube akan memasukkan ke dalam kategori No Gen AI.
Langkah ini diambil YouTube di tengah pesatnya pembuatan musik menggunakan AI di berbagai platform streaming musik.
Selain YouTube Music, ada juga platform kompetitor seperti Apple Music dan Spotify yang menerapkan kebijakan yang sama.
Apple Music meluncurkan label "Made with AI" sebagai bagian dari AI Transparancy pada akhir tahun 2026.
Spotify juga menerapkan label serupa dan juga menerapkan layanan untuk menyaring spam musik yang diunggah di platform terbesar tersebut.
Lalu ada Deezer yang mengambil sikap lebih tegas, dimana sudah mendapatkan laporan hampir dari 90.000 trek buatan AI setiap hari.
Deezer langsung menghapus rekomendasi lagu tersebut dari daftar putar playlist editorial sampai menahan pembayaran royalti.
Deezer juga sedang menguji opsi yang membuat pengguna bisa melakukan penyaringan serta menyembunyikan musik buatan AI.
TIDAL juga sudah memberikan label rekaman yang teridentifikasi sebagai musik yang dibuat oleh AI. Pendengar musik di TIDAL bisa melakukan nonaktif dan mengecualikan dari mendapatkan royalti.
Capcom Gunakan AI Dalam Membuat Game
Berita lainnya, Capcom juga berencana menggunakan kecerdasan buatan untuk mempercepat proses pengembangan pembuatan game.
Perusahaan asal Jepang tersebut ingin menggunakan mesin dengan tambahan bantuan teknologi AI dalam membuat game.
Mesin game Capcom akan diupgrade secara besar-besaran dalam proyek yang diberi nama REX untuk menjadi mesin generasi AI.
Programmer Capcom Satoshi Ishida menjelaskan bahwa penggunaan AI akan membantu developer dalam mempelancar alur kerja pembuatan game.
Ukuran game dan aset akan bertambah besar, sehingga proses pengembangan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Walaupun begitu, Capcom tidak akan menggunakan aset yang dihasilkan AI dalam pembuatan game.
Capcom hanya menggunakan teknologi AI untuk mempercepat proses pembuatan game.
Capcom sendiri dikenal sebagai perusahaan game raksasa asal Jepang yang membuat game terkenal seperti Resident Evil, Monster Hunter sampai Street Fighter.
Semoga Bermanfaat.***
Sistem pelabelan baru ini membuat pengguna bisa mengidentifikasi trek musik yang dibuat menggunakan AI, baik dalam komposisi musik atau vokal.