Harga Cabai Rawit Merah di Jateng Tembus Rp90 Ribu per Kilogram, Ini Upaya Pemprov untuk Kendalikan Harga

Senin, 12 Oktober 2026 | 16:41 WIB
Ilustrasi - Harga Cabai Rawit Merah di Jateng Melonjak hingga Rp90.000 per Kilogram
Ilustrasi - Harga Cabai Rawit Merah di Jateng Melonjak hingga Rp90.000 per Kilogram (Foto: Pixabay.com)

RIWARA.id – Harga cabai rawit merah di Jawa Tengah kini tembus Rp90.000 per kilogram. Tingginya harga cabai tersebut membuat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersama Bank Indonesia (BI) setempat, berupaya mengendalikan harga dengan menggelar gerakan pangan murah. Upaya itu intervensi dalam menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus mengendalikan inflasi.

Pasar Murah tersebut diadakan di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin 12 Oktober 2026. Sasarannya adalah pedagang warung, katering, petani, serta masyarakat di wilayah Kabupaten Semarang dan Kota Semarang.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan pihaknya sengaja menggandeng berbagai pihak seperti BI, Bulog, petani, dan lainnya untuk ikut menjaga stabilitas harga, menjaga inflasi, serta menjaga ketersediaan bahan pokok.

Intervensi tersebut dilakukan karena beberapa bahan pokok penting seperti cabai rawit merah dan beras terpantau mengalami kenaikan harga. Harga cabai rawit merah saat ini menyentuh Rp80.000 - Rp90.000 per kilogram.

“Kami berharap kerja sama ini bisa menjadi role model, sehingga Jawa Tengah tetap menjadi provinsi dengan inflasi yang terkendali. Ini berlaku tidak hanya di Semarang, tetapi juga daerah lain agar inflasi tetap terjaga,” kata Luthfi dikutip Riwara.id dari laman jatengprov.go.id, Senin 12 Oktober 2026.

Tujuan kegiatan Pasar Murah tersebut tidak hanya untuk pengendalian inflasi, tetapi juga mengantisipasi dampak El Nino atau kekeringan dengan pemberian bantuan beras. Selain itu, Pemprov Jateng juga memberikan bantuan berupa sarana perpipaan, serta rumah burung hantu bagi petani.

Bantuan itu diberikan untuk menjaga produktivitas pangan di Jawa Tengah. Sebab, pada periode Januari-Oktober 2026 produksi padi di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 8,4 juta ton gabah kering giling (GKG), atau setara 4,9 juta ton beras. Lalu, produksi cabai sekitar 404,91 ribu ton dan bawang merah 408,76 ribu ton.

“Pola tanam petani juga harus disesuaikan dengan program dari Distannak. Adanya fenomena El Nino inilah, kita harus mempunyai ide kreatif untuk pengendalian bahan pokok di wilayah Jawa Tengah dari hulu-hilir,” jelas Luthfi.

Seorang pedagang nasi goreng, Joko, mengatakan kegiatan Pasar Murah itu sangat membantu usahanya karena harga bahan pokok yang terjangkau. Ia mengungkapkan adanya kenaikan harga beberapa bahan pangan sangat berpengaruh pada omzetnya.

“Ini saya beli cabai (rawit merah) 3 kg. Terakhir, harga cabai di pasaran mencapai Rp65 ribu, di sini dapat Rp45 ribu. Biasanya dalam membuat sambal saya butuh 5 kg, untuk stok berjualan selama satu minggu. Jadi, Pasar Murah ini sangat membantu sekali,” ujarnya.

Harga cabai rawit merah di Jawa Tengah tembus Rp90.000 per kilogram. Pemprov gandeng berbagai pihak untuk kendalikan harga.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories