RIWARA.id – Beberapa waktu lalu, pemerintah membatalkan rencana konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik Israel & New Breed di Indonesia karena dukungannya terhadap Israel. Kali ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana konser penyanyi ternama asal Italia, Andrea Bocelli.
Konser tersebut rencananya akan diselenggarakan di Candi Borobudur pada 31 Oktober dan di Jakarta pada 3 November 2026.
Penolakan MUI bukan tanpa alasan. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, menyoroti rekam jejak Andrea Bocelli yang pernah terlibat dalam penggalangan dana untuk pasukan militer Israel (IDF) di Los Angeles pada 2010. Selain itu, Bocelli juga pernah menggelar konser di Tel Aviv pada tahun 2022.
Bagi MUI, tindakan mendanai atau mendukung kekuatan militer yang terlibat dalam genosida dan kejahatan kemanusiaan di Gaza adalah hal yang tidak dapat ditoleransi.
Prof Sudarnoto mengatakan pemerintah harus konsisten dan bersatu dalam menolak segala bentuk kegiatan yang melibatkan figur pendukung Zionisme. Menurutnya, Indonesia secara historis dan konstitusional berdiri tegak di garis terdepan dalam menentang semua bentuk penjajahan dan penindasan terhadap Palestina.
“Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan Indonesia pada kemanusiaan," ujar Prof Sudarnoto dikutip Riwara.id dari laman mui.or.id, Senin 12 Oktober 2026.
MUI juga menyesalkan adanya dukungan dari kementerian terkait, seperti Kementerian Pariwisata serta Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, terhadap rencana kedatangan penyanyi tersebut. “Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina," jelas dia.
Lebih lanjut, Prof Sudarnoto mengingatkan kembali ketetapan Fatwa MUI yang mengharamkan semua bentuk dukungan terhadap Israel maupun berbagai pihak yang mendukung tindakan penjajahan Israel terhadap Palestina.
Prof Sudarnoto berharap semua kementerian dan lembaga negara dapat menaruh rasa empati yang mendalam dan mengutamakan kemaslahatan, ketenteraman, serta harmoni di tengah masyarakat Indonesia yang mengecam aksi keji di Gaza. "Kami sangat mengapresiasi apabila pemerintah segera mengambil sikap tegas untuk membatalkan konser ini," ungkapnya.
Konser Murni karena Seni
Terkait kabar tersebut, Andrea Bocelli memberikan tanggapannya dan menegaskan jika konsernya di Indonesia tidak berkaitan dengan politik maupun dukungan untuk pihak tertentu. Ia menyatakan konser itu digelar murni karena seni dan nilai kemanusiaan.
“Selama puluhan tahun saya bernyanyi untuk masyarakat. Saya selalu menemukan harapan dan doa yang sama tentang perdamaian. Dengan semangat yang sama, saya mempersiapkan diri untuk bernyanyi di Indonesia. Acara ini semata-mata untuk seni dan rasa kemanusiaan yang kita miliki bersama,” tuturnya dalam keterangan resminya.
Ia berharap para penggemarnya yang menonton langsung dan mendengarkan karya seninya, dapat menemukan sesuatu yang bermakna melalui sebuah musik.
“Saya berharap konser ini dapat diterima, tanpa dikaitkan dengan pesan politik ataupun dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap politik pihak manapun,” jelas Andrea Bocelli.
Penyanyi asal Italia tersebut juga memberikan penjelasan mengenai penggunaan pendapatan dari konsernya. Bocelli menekankan tidak ada penggalangan dana untuk mendukung kepentingan politik atau militer yang berkaitan dengan konsernya di Indonesia.
MUI mendesak pemerintah membatalkan rencana konser penyanyi ternama asal Italia, Andrea Bocelli yang akan digelar 31 Oktober dan 3 November 2026.