Jet Tempur Siluman J-20 China Kian Merajalela, 7 Brigade Udara Siap Cengkeram Kawasan Pasifik

Jumat, 09 Oktober 2026 | 18:41 WIB
Pesawat tempur J 20 Stealth Fighter
Pesawat tempur J 20 Stealth Fighter (Foto: Military Wacth Magazine)

RIWARA.id – Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) terus menggenjot pengerahan jet tempur siluman generasi kelima Chengdu J-20 ke berbagai wilayah strategis.

Dalam kurun waktu lima tahun sejak resmi beroperasi pada Maret 2017, jet tempur kelas berat ini tercatat telah memperkuat sedikitnya tujuh brigada udara China dengan alokasi armada yang semakin masif.

Ekspansi produksi yang meningkat tajam sejak awal 2021 membuat jet tempur tercanggih ini disiagakan di barisan terdepan. Langkah ini menegaskan posisi J-20 sebagai tulang punggung kekuatan tempur udara Beijing hingga akhir dekade mendatang, menandingi dominasi jet tempur generasi kelima F-35 milik Amerika Serikat di kawasan Pasifik.

Data yang dikutip dari Military Watch Magazine menunjukkan bahwa integrasi awal J-20 dimulai pada Brigade Udara ke-176 di Pangkalan Uji & Pelatihan Penerbangan Dingxin, Gurun Gobi, Provinsi Gansu.

Pangkalan di bawah Komando Teater Barat ini menjadi lokasi ideal untuk menguji keandalan senjata dan melatih para penerbang terbaik dalam ajang kompetisi bergengsi Golden Helmet.

Selanjutnya, Brigade Udara ke-172 di Cangzhou, Provinsi Tianjin di bawah Komando Teater Tengah, menerima unit J-20 pada Februari 2018. Pengoperasian di wilayah pesisir timur ini dilakukan saat tensi semenanjung Korea memuncak, sekaligus berfungsi menjaga pertahanan udara ibu kota Beijing serta memantau pergerakan militer di wilayah Jepang dan Taiwan.

Brigade Udara ke-172 juga mencatatkan sejarah unik karena menjadi satu-satunya unit yang mengoperasikan varian J-20 standar dan J-20A secara bersamaan.

Penggunaan dua jenis mesin berbahan bakar dan asal yang berbeda pada unit ini menjadi tantangan tersendiri dalam perawatan logistik sebelum nantinya digantikan penuh oleh mesin buatan dalam negeri, WS-15.

Wilayah timur China semakin diperkuat dengan masuknya J-20 ke Brigade Udara ke-9 di Wuhu pada Januari 2019 di bawah Komando Teater Timur.

Pangkalan ini sebelumnya mengandalkan jet tempur buatan Rusia Su-30MKK, yang kini mulai dipensiunkan dan dialihkan ke unit dengan prioritas lebih rendah seiring hadirnya varian anyar J-20A bertenaga mesin WS-10C.

Memasuki Januari 2021, Brigade Udara ke-1 di Anshan di bawah Komando Teater Utara menjadi unit pertama yang sepenuhnya mengoperasikan varian J-20A secara eksklusif.

Unit ini menggantikan jet tempur J-11B dan J-11BS untuk mengamankan wilayah pesisir timur, Laut China Timur, serta memberi sinyal penangkal (deterrence) kepada Korea Selatan dan Jepang agar tidak ikut campur dalam isu Taiwan.

Pada awal tahun 2022, jet tempur J-20 dari Brigade Udara ke-1 dilaporkan sempat berhadapan langsung (intercept) dengan jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat di atas wilayah Laut China Timur. Peristiwa tersebut menjadi salah satu momen krusial pertemuan dua jet tempur generasi kelima terkuat di dunia saat ini dalam situasi nyata.

Penguatan armada tempur China berlanjut ke wilayah selatan melalui Brigade Udara ke-5 di Guilin yang menerima unit J-20 pada Januari 2022. Jet tempur canggih ini menggantikan armada jet tempur ringan J-10B dan J-10AS yang memiliki bobot separuh lebih ringan dibanding J-20.

Langkah serupa diikuti oleh Brigade Udara ke-56 di Pangkalan Udara Zhengzhou di bawah Komando Teater Tengah yang resmi menyiagakan J-20 pada Maret 2022. Pengerahan ini mengonfirmasi bahwa J-20 telah masuk ke tahap produksi massal skala penuh (full-scale mass production) untuk menggantikan jet tempur generasi sebelumnya.

Laporan terbaru dari Military Watch Magazine menyebutkan adanya pengerahan unit ketujuh di bawah Komando Teater Barat, yang diduga kuat berada di Chongqing tempat Brigade Udara ke-97 bernaung.

Penempatan di wilayah barat ini diperkirakan bertujuan untuk memperkuat posisi penangkal militer China di sepanjang perbatasan India pascakonflik bersenjata beberapa tahun lalu.

Dengan peningkatan kapasitas produksi dan integrasi mesin generasi baru WS-15 yang terus berjalan, penerimaan armada J-20 diprediksi akan melampaui laju produksi jet tempur kelas berat mana pun di dunia. China menegaskan kesiapannya untuk menjaga kedaulatan wilayah udara dengan menempatkan jet siluman terbaiknya di titik-titik paling krusial. (*)

 

China sebar jet tempur siluman J-20 ke 7 brigada udara utama untuk tandingi F-35 AS dan jaga kawasan Pasifik. Dikutip MWM.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories