RIWARA.id – Ratu Thailand, Suthida Bajrasudhabimalalakshana mencatatkan sejarah baru penerbangan militer setelah sukses menerbangkan jet tempur supersonik Saab JAS 39C Gripen secara solo tanpa dampingan kopilot.
Aksi penerbangan solo berisiko tinggi tersebut dilangsungkan di Pangkalan Udara Wing 7, Surat Thani, Thailand, pada 8 Oktober 2026.
Momen lepas landas dari landasan pacu 22 tersebut menegaskan kecakapan teknis serta ketangguhan Ratu Suthida di kokpit jet tempur berkursi tunggal.
Penerbangan ini bukan sekadar manuver seremonial, melainkan bagian dari pemenuhan standar latihan ketat Angkatan Udara Kerajaan Thailand (Royal Thai Air Force) yang telah dijalani sang Ratu sejak Agustus hingga Oktober.
Usai mendarat mulus, Raja Maha Vajiralongkorn menyambut langsung sang Istri di apron pangkalan udara sembari menyematkan penghargaan bergengsi Gripen Order Golden Patch.
Penghargaan khusus tersebut merupakan pin kehormatan elit yang hanya diberikan kepada penerbang yang telah menguasai operasional jet tempur Gripen secara penuh.
Sebelum memegang kendali penuh pada jet tempur supersonik buatan Swedia tersebut, Ratu Suthida telah mengantongi ribuan jam terbang di berbagai jenis pesawat, mulai dari Cessna, PC-9, hingga pesawat komersial Boeing 737.
Sosok Ratu Suthida memiliki latar belakang karier penerbangan yang panjang dan teruji jauh sebelum bertakhta di Istana Kerajaan Thailand.
Lahir pada 3 Juni 1978 dari keluarga jelata, perempuan lulusan Assumption University ini memulai kiprah perhubungannya sebagai awak kabin (pramugari) di maskapai JALways dan Thai Airways.
Karier militernya menanjak pesat usai bergabung dalam satuan pengawal kerajaan pada 2010. Ia menjalani berbagai pendidikan taktis militer, termasuk kursus tempur jungle warfare, penerjunan airborne, hingga memperoleh lisensi pilot komersial (Airline Transport Pilot License) untuk pesawat Boeing 737.
Pada 2016, ia dianugerahi pangkat Jenderal dalam Angkatan Bersenjata Thailand sebelum akhirnya disunting oleh Raja Rama X sebagai Ratu Thailand pada Mei 2019.
Pencapaian terbang solo dengan jet tempur Gripen ini semakin mempertegas rekam jejak panjang Ratu Suthida di dunia penerbangan yang telah ditekuninya sejak 1990. Dikutip dari pegadaian.co.id, kedisiplinan, jam terbang, serta investasi keterampilan yang dibangun secara konsisten dalam jangka panjang memang menjadi kunci utama pencapaian standar kompetensi tertinggi di berbagai bidang profesi. (*)
Ratu Suthida Thailand sukses terbang solo mengendalikan jet tempur JAS 39C Gripen tanpa kopilot di Pangkalan Udara Surat Thani.