Kontak Tembak di Maybrat: TNI Tembak Mati Pimpinan OPM Sorong Raya Manfret Fatem dan Dua Komandan Yonif

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:17 WIB
Ilustrasi patroli TNI di Papua dibuat dengan bantuan ChatGPT AI
Ilustrasi patroli TNI di Papua dibuat dengan bantuan ChatGPT AI

RIWARA.id – Tim patroli gabungan TNI menembak mati tiga anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam kontak tembak intensif di Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10/2026).

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto mengonfirmasi, salah satu korban tewas teridentifikasi sebagai Manfret Fatem yang menjabat sebagai Komandan OPM Kodap IV/Sorong Raya.

Dua korban lainnya yang ikut tewas dalam kontak tembak tersebut yakni Yesias Fatem selaku Danyon Mosata Kodap IV/Sorong Raya serta Antonius Assem alias Anton Fatem yang menjabat Danyon Ayosami Kodap IV/Sorong Raya.

Peristiwa baku tembak tersebut melibatkan tim patroli gabungan Denkul 4/Satgas Rajawali V dan Satgas Yonif 9 Marinir yang sedang melaksanakan patroli keamanan wilayah.

Usai melumpuhkan ketiga petinggi OPM tersebut, prajurit TNI langsung menyisir lokasi kejadian dan menyita sejumlah barang bukti persenjataan serta dokumen penting.

Aparat menyita satu pucuk senjata api organik jenis senapan serbu AK-101 buatan Tiongkok, 30 butir munisi kaliber 5,56 milimeter, serta sejumlah munisi kaliber 9 milimeter.

Selain senjata dan amunisi, petugas menahan dua unit telepon seluler, atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, dokumen internal OPM, serta berbagai perlengkapan lapangan lainnya.

Brigjen TNI Riyanto memastikan seluruh prajurit TNI selamat dan tidak ada korban jiwa maupun luka dari pihak aparat dalam insiden pertempuran tersebut.

Kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfret Fatem diketahui memiliki rekam jejak serangkaian aksi teror keamanan di wilayah Papua Barat Daya dan sekitarnya.

Salah satu aksi mematikan kelompok ini terjadi di Kampung Sorry, Kabupaten Maybrat, yang menyebabkan dua prajurit Marinir gugur serta dua pucuk senjata api milik TNI dirampas.

Riyanto menegaskan, setiap operasi penindakan dilaksanakan secara selektif, terukur, dan profesional sesuai standar aturan pelibatan (rules of engagement) serta ketentuan hukum yang berlaku.

Selain fokus menindak kelompok bersenjata, keselamatan masyarakat sipil dan pemulihan stabilitas wilayah tetap menjadi prioritas utama aparat di lapangan. Stabilitas keamanan wilayah dan kepastian hukum memang menjadi salah satu pilar penopang utama keberlanjutan roda ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di daerah.

"Tujuan utama pelaksanaan tugas bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, melainkan memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman, tanpa rasa takut, serta memperoleh pelayanan dan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik," pungkas Riyanto. (*)

 

TNI tembak mati Komandan OPM Kodap IV Sorong Raya Manfret Fatem dan 2 anak buahnya dalam kontak tembak di Maybrat. Senjata AK disita.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories