Lumpuhkan 2 Anggota OPM di Maybrat, Tim Gabungan TNI Sita Senpi dan Bendera Bintang Kejora

Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:27 WIB
Ilustrasi patroli TNI di Papua dibuat dengan bantuan ChatGPT AI
Ilustrasi patroli TNI di Papua dibuat dengan bantuan ChatGPT AI

RIWARA.id – Dua anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap Sorong Raya tewas dalam operasi penyergapan gabungan TNI di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu (3/10/2026).

Penindakan tegas tersebut dilancarkan oleh tim gabungan yang terdiri dari Koops TNI Habema, Satgas Rajawali V, dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir.

Dalam operasi tempur di medan rumit tersebut, prajurit berhasil melumpuhkan dua milisi OPM yang diidentifikasi bernama Arso Aisnak dan Yohanes Ky.

Selain menembak mati dua milisi, prajurit di lapangan menyita sejumlah barang bukti berharga milik kelompok separatis tersebut.

Petugas merampas satu pucuk senjata api jenis revolver, 10 butir amunisi aktif, alat komunikasi handy talky (HT), serta satu lembar bendera Bintang Kejora.

Prajurit TNI juga menyita berbagai perlengkapan taktis milik kelompok tersebut yang ditinggalkan di lokasi kejadian.

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengungkapkan bahwa pergerakan diawali usai mendeteksi aktivitas kelompok bersenjata pimpinan Manfred Fatem, Komandan Operasi Kodap Sorong Raya.

Setelah mengantongi data intelijen yang presisi, tim gabungan langsung bergerak menyergap titik persembunyian sasaran di area hutan Aifat Selatan.

Tiba di lokasi sasaran, prajurit melihat pergerakan milisi secara langsung dan langsung mengambil tindakan terukur sesuai prosedur operasi standar.

Hingga saat ini, personel gabungan masih menyisir area sekitar untuk mengejar sisa anggota kelompok bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan rimba.

Brigjen TNI Riyanto menegaskan bahwa seluruh operasi dilaksanakan dengan memegang teguh profesionalisme, kehati-hatian, serta penghormatan pada nilai kemanusiaan.

"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi," tegas Riyanto.

Ia menambahkan, setiap tindakan prajurit di lapangan wajib berlandaskan aturan hukum yang berlaku demi menjaga integritas institusi.

"Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus tetap berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku," lanjutnya.

Di samping operasi penindakan hukum, Koops TNI Habema menyerukan imbauan terbuka kepada seluruh anggota kelompok bersenjata yang masih bersembunyi di pegunungan agar segera meletakkan senjata.

Pemerintah dan TNI menegaskan bahwa pintu rekonsiliasi dan jalan damai untuk kembali melangkah bersama NKRI selalu terbuka lebar bagi warga Papua.

"Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan," pungkas Riyanto. (*)

 

Dua anggota OPM Kodap Sorong Raya tewas dalam operasi gabungan TNI di Maybrat. Senpi revolver dan bendera Bintang Kejora disita.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories