RIWARA.id – Militer Rusia resmi memperkenalkan sekaligus menguji coba jenis kendaraan tempur baru bernama Shturm, sebuah tank serbu yang dirancang khusus dari pengalaman perang di Ukraina.
Kendaraan tempur anyar ini tampil dalam siaran televisi nasional RIA dan diperkenalkan sebagai kategori tank baru yang berfokus pada pertempuran jarak dekat, sebagaimana dilansir Turdef.com.
Berbeda dari tank tempur utama (main battle tank), Shturm mengusung konsep pelindung yang lebih tebal, operasi yang dapat dikendalikan secara jarak jauh, serta meriam utama berukuran ringkas.
Rancangan awal tank ini sebenarnya sudah terendus sejak tahun-tahun awal konflik Rusia-Ukraina sebagai usulan desain yang mengorbankan jarak tembak demi efisiensi medan urban.
Dalam uji coba terbarunya, platform ini dioperasikan dengan opsi diawaki langsung oleh pengemudi manusia lantaran kekhawatiran timbulnya gangguan komunikasi sinyal.
Keputusan tersebut terbukti krusial setelah tank berbobot sangat berat itu sempat terjebak di area berlumpur selama demonstrasi berlangsung.
Para pakar militer menilai kendala sistem kendali nirkabel dan bobot kendaraan masih menjadi masalah mendasar yang harus segera diselesaikan Moskow.
Pakar persenjataan la pis baja Andrei Tarasenko menyoroti masih minimnya perlindungan di bagian atas tank terhadap ancaman serangan drone pemantau maupun drone pembuat bom.
Pengembangan teknologi kendali jarak jauh sejatinya terus dipacu militer Rusia, termasuk uji coba modifikasi tank T-72 menggunakan kacamata VR dan pengontrol joystick pada 2024.
Sesuai rencana taktisnya, tank Shturm bakal dioperasikan secara berpasangan dengan kendaraan komando berbasis sasis T-90 untuk mengendalikan pergerakan di lapangan.
Namun, keandalan koneksi nirkabel antara kendaraan komando dan unit tempur di lapangan masih dinilai rentan terhadap gangguan jamming sinyal musuh.
Dari segi persenjataan, Shturm dibekali meriam laras pendek berkaliber 125 mm yang memudahkan manuver dan pergerakan di jalanan sempit kawasan perkotaan.
Guna meningkatkan daya hancur terhadap benteng pertahanan lawan, insinyur militer Rusia juga tengah mengembangkan varian meriam berkaliber 152 mm yang memiliki daya ledak lebih dahsyat.
Sebelum melangkah ke pembaruan persenjataan mau pun varian baru seperti kendaraan pendukung tembakan mirip BMPT, Rusia diyakini harus membenahi kelemahan sistem komunikasi dan jangkauan kendalinya terlebih dahulu. (*)
Rusia uji coba tank serbu Shturm untuk perang kota di Ukraina. Usung meriam ringkas dan kendali jarak jauh, namun masih terkendala sinyal.