Rudal L-UMTAS GM Besutan Turki Makin Bergigi, Uji Coba Catat Rekor Baru Jangkauan Lebih Jauh

Rabu, 16 September 2026 | 15:40 WIB
Ilustrasi dibuat dengan bantuan Gemini AI
Ilustrasi dibuat dengan bantuan Gemini AI

RIWARA.id – Helikopter S-70 Seahawk milik Angkatan Laut Turki berhasil mencatatkan rekor baru setelah menembakkan rudal L-UMTAS GM buatan ROKETSAN. Peluncuran dari helikopter ini menjadi uji coba perdana rudal berjangkauan luas tersebut di udara.

Kementerian Pertahanan Turki mengonfirmasi langsung kesuksesan uji coba penembakan rudal berteknologi tinggi itu dari helikopter S-70 Seahawk. Langkah ini mempertegas modernisasi alutsista maritim yang sedang digencarkan pemerintah Turki.

Selain meluncurkan L-UMTAS GM, Angkatan Laut Turki juga menguji rudal IIR TEMREN untuk menghantam target di udara. Pengujian terhadap sasaran udara ini menjadi yang pertama dalam sejarah seri UMTAS.

Rudal L-UMTAS GM sukses menghantam target laut tetap pada jarak yang dirahasiakan. Keberhasilan uji coba ini menandai lompatan kemampuan tempur yang signifikan bagi armada helikopter Turki.

Integrasi rudal baru ini meningkatkan efisiensi helikopter AL Turki dalam misi peperangan anti-kapal permukaan. Selama ini, armada helikopter Turki sangat bergantung pada rudal TEMREN dan AGM-114 yang memiliki jangkauan jauh lebih pendek.

L-UMTAS GM merupakan varian pemandu laser dari keluarga UMTAS GM. Rudal ini mengusung desain sirip berasio tinggi yang mampu memperjauh jarak jelajah secara signifikan setelah motor roket berhenti menyala.

Saat ditembakkan dari platform helikopter atau sayap putar, jangkauan tembak L-UMTAS GM mampu mencapai 20 kilometer. Sementara itu, jangkauan tembaknya berada di angka 16 kilometer jika diluncurkan dari platform permukaan.

Pemerintah Turki menjadwalkan integrasi L-UMTAS GM ke armada helikopter tempur lainnya dalam waktu dekat. Helikopter T129 ATAK dan AH-1W Cobra masuk dalam daftar prioritas penerima alutsista baru ini.

ROKETSAN saat ini juga sedang mengembangkan rudal CİDA sebagai langkah efisiensi berikutnya. Rudal ini memiliki skema penggunaan serupa L-UMTAS GM, tetapi membawa jarak tembak yang jauh lebih ekstrem.

Rudal CİDA dirancang mampu menjangkau sasaran hingga 35 kilometer dari permukaan. Jika diluncurkan dari udara melalui helikopter, rudal ini diproyeksikan sanggup menembus jarak lebih dari 55 kilometer.

Di sisi lain, Turki masih menyiapkan rudal jelajah ÇAKIR untuk menggantikan peran rudal AGM-119 Penguin. Rudal ÇAKIR dirancang membawa hulu ledak yang cukup kuat untuk melumpuhkan kapal cepat hingga merusak kapal perang utama.

Pengujian IIR TEMREN terhadap sasaran udara mengindikasikan strategi baru Angkatan Laut Turki dalam menanggulangi ancaman pesawat tanpa awak atau drone. Penggunaan rudal ini memperluas opsi pertahanan udara taktis kapal perang Turki.

Strategi penembakan IIR TEMREN ke sasaran udara ini mirip dengan langkah Angkatan Laut Amerika Serikat. Militer AS sebelumnya mengadaptasi rudal AGM-114L7 pada kapal perang Freedom-class LCS untuk menghancurkan drone lawan.

Rodal IIR TEMREN diperkirakan telah dimodifikasi menggunakan sekering jarak (proximity fuse) dan hulu ledak fragmentasi tinggi. Fitur ini mengubah fungsi dasarnya yang semula merupakan rudal anti-tank berprinsip fire-and-forget.

Meskipun IIR TEMREN mulai diposisikan sebagai alternatif sistem pertahanan udara jarak pendek, ROKETSAN juga merilis solusi murah bernama CİRİT C-UAS. Rudal CİRİT ini dilengkapi sekering jarak RF dan sistem pemandu laser yang diperbarui khusus untuk memburu drone.

Dibandingkan dengan CİRİT C-UAS, rudal IIR TEMREN memiliki keunggulan sistem pencari IIR mandiri yang memungkinkan serangan fire-and-forget. Namun, biaya produksi dan unit rudal IIR TEMREN tercatat jauh lebih mahal. (*)

 

AL Turki uji coba tembak rudal L-UMTAS GM dari helikopter S-70 Seahawk. Jangkauan tembak makin jauh dan ampuh lumpuhkan target laut.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories