RIWARA.id - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melakukan terobosan terbaru untuk memperketat pengawasan pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG).
Terobosan itu berupa peluncuran aplikasi Kurir MBG, untuk memantau perjalanan makanan dari SPPG hingga titik penerima manfaat.
Sistem ini membantu memastikan distribusi dapat berjalan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran. Setelah makanan tiba, kualitasnya juga dapat direviu melalui sistem sehingga proses distribusi dan penerimaan MBG semakin terukur, transparan dan mudah diawasi.
Aplikasi Kurir MBG merupakan inovasi digital yang dirancang untuk mendukung transparansi dan ketepatan distribusi program makanan bergizi secara harian.
Aplikasi tersebut mencatat, memantau, dan merapikan proses pengiriman makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tiba tepat waktu dan tidak tertukar.
Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @bakom.ri, Minggu 13 September 2026, berikut ini 4 poin penting dari aplikasi Kurir MBG:
- Tepat Waktu. Memastikan makanan sampai sebelum jam makan yang ditentukan agar tetap higienis dan segar.
- Tepat Jumlah. Meminimalkan risiko kekurangan porsi di lapangan dengan pencatatan digital yang akurat.
- Tepat Sasaran. Menjamin makanan benar-benar diterima oleh penerima manfaat yang telah terdata.
- Transparansi Proses. Semua alur perjalanan kurir dan status pengiriman dapat dipantau secara langsung (real-time).
Perluasan Layanan MBG
Selain pengawasan pendistribusian MBG, BGN juga melakukan pemutakhiran data penerima manfaat. Ada 1.653 sekolah yang akhirnya dicoret karena beberapa alasan.
Pertama, mereka adalah sekolah swasta bertaraf internasional. Kedua, sekolah yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional. Ketiga, sekolah yang mampu mandiri secara finansial.
Dalam pemutakhiran data penerima manfaat, BGN terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan Kemendikdasmen serta Kementerian Agama.
Upaya itu untuk memastikan data sekolah yang menjadi sasaran Program MBG sesuai dengan kondisi di lapangan. Saat ini dari total 580.000 sekolah, ada lebih dari 340.000 sekolah yang telah mendapatkan Program MBG.
BGN juga memprioritaskan perluasan layanan program MBG secara bertahap, terukur, dan tepat sasaran, khususnya bagi sekolah di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), serta wilayah dengan angka stunting yang masih tinggi.
BGN melakukan terobosan baru dalam pengawasan pendistribusian MBG. Terobosan itu berupa peluncuran aplikasi Kurir MBG.