Krisis Air Bersih di Wonogiri, PB XIV Hangabehi Salurkan 75 Ribu Liter untuk Warga Gunung Kukusan

Sabtu, 12 September 2026 | 02:32 WIB
PB XIV Hangabehi bersama Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyalurkan 75 ribu liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Lingkungan Gunung Kukusan Kelurahan Giriwono Kecamatan Wonogiri Kota Jumat 11 September 2026
PB XIV Hangabehi bersama Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyalurkan 75 ribu liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Lingkungan Gunung Kukusan Kelurahan Giriwono Kecamatan Wonogiri Kota Jumat 11 September 2026 (Foto: Dok. Karaton Surakarta Hadiningrat)

 

WONOGIRI, RIWARA.id – Krisis air bersih yang mulai dirasakan warga di tengah musim kemarau mendapat perhatian dari **SISKS Pakubuwono (PB) XIV Hangabehi**. Bersama Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Karaton Surakarta Hadiningrat menyalurkan bantuan **75 ribu liter air bersih** untuk masyarakat terdampak kekeringan.

Bantuan tersebut disalurkan kepada warga di Lingkungan Gunung Kukusan, Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri Kota, Jumat (11/9/2026).

Penyaluran air bersih dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut sekaligus menjadi respons atas kondisi sejumlah wilayah di Wonogiri yang rawan terdampak kekeringan saat musim kemarau.

Dalam kegiatan tersebut, PB XIV Hangabehi hadir bersama **Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Kara

ton Surakarta Hadiningrat GKR Koes Moertiyah Wandansari**, yang akrab disapa Gusti Moeng.

Turut hadir adik kandung PB XIV, GRAy Putri Purnaningrum, keponakan PB XIV BRA Lung Ayu, serta para sentono dalem dan abdi dalem Karaton Surakarta Hadiningrat.

Kehadiran unsur keluarga dan perangkat adat Karaton Surakarta tersebut turut memperlihatkan kepedulian bersama terhadap persoalan masyarakat, khususnya kebutuhan dasar berupa air bersih.

PB XIV Hangabehi mengatakan, kondisi kekeringan di Gunung Kukusan menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh warga di satu lokasi.

“Kita lihat di Gunung Kukusan ini warga terdampak kekeringan. Dan ternyata tidak hanya di sini saja, wilayah lain juga terdampak kekeringan,” ujar PB XIV Hangabehi.

Menurutnya, Karaton Surakarta berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam penyaluran bantuan tersebut agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Diharapkan bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

14 Kecamatan Berpotensi Terdampak Kekeringan

Sementara itu, Bupati Wonogiri  Setyo Sukarno menyampaikan terima kasih kepada PB XIV Hangabehi dan Karaton Surakarta Hadiningrat atas bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat.

Setyo mengatakan, Gunung Kukusan merupakan salah satu wilayah yang telah dipetakan rawan mengalami kekurangan air.

“Ini salah satu lokasi rawan kekurangan air. Di Wonogiri dari 25 kecamatan, 14 kecamatan berpotensi terdampak kekeringan,” kata Setyo.

Menurut dia, kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama, terutama ketika kebutuhan air masyarakat meningkat sementara ketersediaannya semakin terbatas.

Setyo berharap bantuan 75 ribu liter air bersih tersebut dapat meringankan beban warga yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air.

“Sekali lagi kami matur nuwun (terima kasih). Tentu bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Setelah Jumenengan, PB XIV Langsung Bergerak

KGPH Hangabehi yang sebelumnya dikenal sebagai KGPH Mangkubumi dan merupakan putra tertua PB XIII mendeklarasikan diri sebagai Sahandap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono XIV
KGPH Hangabehi yang sebelumnya dikenal sebagai KGPH Mangkubumi dan merupakan putra tertua PB XIII mendeklarasikan diri sebagai Sahandap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono XIV (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

Bantuan air bersih di Wonogiri menjadi bagian dari rangkaian aksi sosial PB XIV Hangabehi setelah menyelesaikan upacara adat Jumenengan pada 5 September 2026.

Beberapa hari sebelumnya, Selasa (8/9/2026), PB XIV Hangabehi bersama Yayasan Royal Nata Nusantara juga menyalurkan sekitar 1.300 paket makanan kepada masyarakat terdampak kebakaran TPA Putri Cempo.

Bantuan tersebut diberikan di wilayah Kelurahan Mojosongo, Kota Surakarta, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Keraton dengan Yayasan Royal Nata hadir untuk memberikan bantuan dampak bencana kebakaran di TPA Putri Cempo. Harapannya, Keraton bisa ikut andil dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak, kata PB XIV yang sebelumnya bernama KGPH Hangabehi.

PB XIV berharap masyarakat terdampak kebakaran tetap kuat menghadapi kondisi tersebut. Ia juga mendoakan agar penanganan kebakaran segera membuahkan hasil sehingga kondisi masyarakat dapat kembali pulih.

“Kepada masyarakat yang terdampak tetap kuat, jangan patah semangat. Pasti bisa dilalui bersama-sama. Kita berdoa bersama-sama supaya segera pulih kondisional dari bencana seperti ini,” ujarnya.

Menurut PB XIV, bantuan makanan tersebut merupakan tahap awal dan bantuan berikutnya akan dipertimbangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Ini baru berupa makanan yang bisa kita berikan langsung untuk dikonsumsi masyarakat. Mungkin nanti tahapan selanjutnya kita pikirkan lagi, insyaallah bertahap demi tahap,” ucapnya.

Dari Jumenengan ke Kepedulian Sosial

PB XIV Hangabehi memiliki nama kecil Suryo Suharto dan lahir pada 5 Februari 1985. Ia merupakan putra laki-laki tertua SISKS Pakubuwono XIII.

Setelah ayahnya menjadi PB XIII pada 2004, Suryo Suharto bergelar GRM Mangkubumi. Dalam perjalanan adat Karaton Surakarta, GRM Mangkubumi mendapat amanah sebagai putra mahkota. Pada 2022, gelarnya berganti menjadi KGPH Hangabehi melalui musyawarah adat Karaton Surakarta.

Pada 13 November 2025, KGPH Hangabehi mendeklarasikan diri sebagai PB XIV di Sasana Handrawina Karaton Surakarta. Deklarasi tersebut disaksikan para sentana, abdi dalem Karaton Surakarta serta KGPH PA Tedjowulan.

Rangkaian tersebut kemudian dilengkapi dengan upacara adat Jumenengan PB XIV pada 5 September 2026 di Bangsal Pengrawit Pagelaran dan Bangsal Manguntur Tangkil, Siti Hinggil Karaton Surakarta.

Bangsal Manguntur Tangkil merupakan salah satu bangunan sakral di kompleks Siti Hinggil yang secara historis digunakan sebagai tempat singgasana raja, upacara penobatan raja dan pisowanan agung.

Kini, setelah rangkaian Jumenengan tersebut, PB XIV Hangabehi menunjukkan aktivitas yang tidak berhenti pada seremoni. Dalam waktu kurang dari sepekan, perhatian diarahkan pada dua persoalan masyarakat sekaligus.

Pertama, membantu warga terdampak kebakaran TPA Putri Cempo dengan sekitar 1.300 paket makanan. Kedua, menyalurkan 75 ribu liter air bersih kepada warga yang menghadapi kekeringan di Gunung Kukusan, Wonogiri.

Bagi Karaton Surakarta Hadiningrat, aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi persoalan nyata.

Ketika warga membutuhkan makanan dan air bersih, respons tidak cukup hanya dengan seremoni. Kehadiran dan bantuan konkret menjadi bagian dari amanah sosial yang kini ditunjukkan PB XIV Hangabehi bersama keluarga Karaton, sentono dalem dan abdi dalem.*

Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah Wonogiri. PB XIV Hangabehi bersama Bupati Setyo Sukarno menyalurkan 75 ribu liter air untuk warga Gunung Kukusan.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories