Sosok Serda Ahmad Muzammil Farisa yang Meninggal Diduga Dianiaya Seniornya, TNI AU Buka Suara

Jumat, 11 September 2026 | 19:22 WIB
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Kadispenau Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Kadispenau Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana (Foto: TNI AU)

JAKARTA, RIWARA.ID - Kasus kematian prajurit muda TNI Angkatan Udara, Serda Ahmad Muzammil Farisa, menggegerkan publik. Prajurit berusia 22 tahun ini dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (10/9/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB di Mess Psikologi Galaksi, Kompleks Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kematian korban diduga akibat aksi penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya.

Merespons kabar buruk tersebut, markas besar TNI AU tak tinggal diam dan langsung turun tangan untuk mengusut tuntas insiden tersebut melalui Pusat Polisi Militer Angkatan Udara (Puspomau).

Puspomau Periksa Sejumlah Saksi dan Bukti

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, membenarkan adanya penyelidikan mengenai dugaan penganiayaan di balik tewasnya Serda Ahmad.

"Benar dan saat ini dalam proses pemeriksaan dari POM AU terkait hal tersebut," tegas Nyoman kepada awak media, Jumat 11 September 2026.

Pihak TNI AU memastikan proses hukum dilakukan secara transparan, profesional, dan objektif. Petugas dari Puspomau kini tengah mengumpulkan berbagai bukti serta meminta keterangan dari sejumlah personel yang disinyalir kuat terlibat atau mengetahui peristiwa nahas di Mess Psikologi Galaksi tersebut.

Di samping memproses ranah hukum, institusi TNI AU juga telah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga almarhum melalui keterangan resmi maupun unggahan di media sosial.

"TNI AU turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Serda AMF. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," tulis pernyataan resmi TNI AU di media sosialnya.

Sosok Serda Ahmad Muzammil Farisa

Serda Ahmad Muzammil Farisa dikenal sebagai prajurit muda yang bertugas di Dinas Psikologi TNI Angkatan Udara (Dispsiau), sebuah badan pelaksana pusat yang berada di bawah naungan Mabes TNI AU.

Secara latar belakang keluarga, Serda Ahmad merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Almarhum adalah putra dari pasangan Toni Eko Prasetyo—yang menjabat sebagai Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Madiun—dan Retno Setyorini.

Jenazah almarhum Serda Ahmad telah diterbangkan dan tiba di kampung halamannya di Madiun, Jawa Timur, pada Kamis (10/9/2026) untuk dimakamkan. Kini, pihak keluarga dan masyarakat menanti keadilan serta hasil investigasi menyeluruh dari Puspomau atas penyebab pasti kematian prajurit muda tersebut. ***

Simak sosok Serda Ahmad Muzammil Farisa, anggota TNI AU yang meninggal diduga akibat penganiayaan senior di Lanud Halim Perdanakusuma. Puspomau kini usut tuntas

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories