Heboh Buku 'Islam Ala Prabowo', Ning Jazil Protes Nama Suaminya Gus Kaustar Dicatut

Senin, 07 September 2026 | 14:53 WIB
Buku Islam Ala Prabowo
Buku Islam Ala Prabowo (Foto: Gramedia)

RIWARA.ID - Jagat media sosial dihebohkan oleh perbincangan panas seputar penerbitan buku "Islam ala Prabowo". Polemik buku tersebut dipicu protes Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KH Muhammad Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar).

Istri Gus Kautsar, Ning Jazilah Annahdliyah atau yang akrab disapa Ning Jazil, secara terbuka melayangkan keberatan keras terkait pencantuman nama suaminya di dalam buku tersebut tanpa persetujuan terlebih dahulu.

Ungkapan kekecewaan itu disampaikan Ning Jazil melalui akun Instagram pribadinya, @zil_hb, serta meramaikan kolom komentar unggahan akun @kabarmahasiswa.id yang tengah mengulas buku tersebut.

Awalnya Cuma Obrolan Tamu, Mendadak Jadi Naskah Buku

Dalam curahan hatinya, Ning Jazil menegaskan bahwa sang suami sama sekali tidak pernah menulis artikel atau materi khusus untuk dimasukkan ke dalam buku Islam ala Prabowo.

Ia menceritakan bahwa interaksi dengan salah satu tim penyusun terjadi sekitar awal tahun 2024, jauh sebelum Prabowo Subianto resmi dilantik. Kala itu, sang penulis datang bersilaturahmi ke kediamannya di Ploso bersama anak dan istrinya.

Sebagai tuan rumah yang ramah, keluarga pesantren menyambut kedatangan mereka layaknya tamu biasa yang hendak bersilaturahmi.

"Maaf, Penulis harusnya terus terang saat wawancara kalau akan dibuat buku dengan judul tersebut... Saya ingat orang itu datang ke rumah bersama anak dan istrinya, kami sambut layaknya tamu yang lain. Kami benar-benar tidak tahu kalau obrolan itu akhirnya akan dimasukkan dalam buku," tulis Ning Jazil di kolom komentar dikutip Senin, 7 September 2026.

Ning Jazil menambahkan, dalam obrolan santai tersebut, Gus Kautsar sejatinya hanya menyampaikan doa serta harapan-harapan umum bagi seorang calon pemimpin bangsa—hal yang lumrah disampaikan ulama kepada siapa saja yang berkunjung. Sama sekali tidak ada niat maupun kesepakatan bahwa untaian nasihat tersebut akan dibukukan, apalagi disangkutpautkan dengan tajuk politik tertentu.

Protes Etika Penulisan dan Kejelasan Atribusi

Keberatan utama dari pihak keluarga Ploso terletak pada etika penyusunan karya tulis. Ning Jazil menilai pencantuman nama tokoh ternama dalam sebuah publikasi cetak—terlebih yang bersinggungan dengan narasi politik—seharusnya melewati proses izin resmi (clearance) dan wawancara yang transparan sejak awal.

Tidak hanya nama Gus Kautsar, Ning Jazil juga menyebutkan bahwa ulama kondang asal NTB, TGB Muhammad Zainul Majdi, berada dalam posisi yang sama: tidak pernah merasa menulis naskah maupun berniat menjadi kontributor buku tersebut.

Tentang Buku 'Islam Ala Prabowo'

Buku setebal 346 halaman ini diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House dan diluncurkan di Jakarta pada 26 Agustus 2025. Penulisannya diinisiasi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama unsur pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dengan tim penyusun utama yakni Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas.

Di dalam daftar isinya, buku ini sejatinya dirancang sebagai kompilasi pandangan dari berbagai tokoh nasional, ulama, serta akademisi mengenai kepemimpinan dan dimensi spiritualitas Prabowo Subianto. Sejumlah nama beken seperti Prof. Yusril Ihza Mahendra, KH Said Aqil Siradj, hingga KH Asep Saifuddin Chalim turut dicantumkan sebagai kontributor.

Sayangnya, selain memicu kontroversi akibat dugaan pencatutan nama tokoh tanpa konfirmasi, penggunaan diksi "Islam Ala Prabowo" pada judul karya ini juga memanen kritik karena dinilai berpotensi menimbulkan bias atau salah tafsir di tengah masyarakat.

Gus Maftuh: Bukan Aliran Prabowo

Menanggapi polemik yang kian membesar, Ketua Umum Forum Komunikasi Kyai Kampung Indonesia (FK3I), Gus Maftuh, sempat mengimbau publik agar menyikapi buku tersebut secara bijak dan tidak terburu-buru menilai hanya dari judulnya. Menurut Gus Maftuh, buku tersebut tidak sedang mengusung ajaran atau aliran anyar, melainkan potret bagaimana nilai-nilai keislaman diterjemahkan dalam gaya kepemimpinan.

Meski begitu, hingga berita ini diturunkan pada awal September 2026, pihak penerbit Atmosphere Publishing House maupun jajaran penulis utama belum memberikan jawaban resmi untuk merespons keberatan serta klarifikasi dari pihak Gus Kautsar maupun TGB. ***

Ramai kontroversi buku Islam ala Prabowo. Ning Jazil tegaskan Gus Kautsar tidak pernah menulis materi untuk buku tersebut dan merasa tak pernah dimintai izin

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories