BMKG Gunakan HF Radar Array untuk Pantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Deteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

Minggu, 06 September 2026 | 21:21 WIB
Dalam Pemantauan Aktivitas Gunung Anak Krakatau, BKMG juga Menggunakan HF Radar Array
Dalam Pemantauan Aktivitas Gunung Anak Krakatau, BKMG juga Menggunakan HF Radar Array (Foto: Instagram.com/@infobmkg)

RIWARA.id – Dalam memaksimalkan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga menggunakan alat khusus yaitu High-Frequency (HF) Radar Array yang terpasang di Carita dan Tanjung Lesung.

HF Radar Array adalah salah satu alat BMKG untuk memantau kondisi laut secara near real-time dan mendukung deteksi potensi tsunami akibat aktivitas seismik maupun vulkanik. Kedua radar ini bekerja secara berpasangan untuk memantau dinamika arus dan gelombang di wilayah Selat Sunda.

Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @infobmkg, Minggu 6 September 2026, HF Radar Array adalah peralatan observasi berbasis sistem penginderaan jauh yang dipasang di darat dan dapat mengamati kondisi laut hingga 200 km dari bibir pantai.

HF Radar Array memiliki 4 kemampuan dalam mendeteksi gelombang laut. Pertama, memantau arah dan kecepatan arus permukaan laut. Kedua, memantau arah dan tinggi gelombang laut. Ketiga, memantau pola pergerakan arus dan gelombang pada area yang luas secara Near Real-Time. Keempat, melakukan pembaruan data setiap menit (mode tsunami) atau 30 menit (mode oceanografi).

Selain untuk mendeteksi tsunami, alat tersebut juga bisa digunakan untuk pemantauan terpadu di wilayah Selat Sunda, yaitu:

- HF Radar, memantau dinamika arus permukaan laut.

- 20 Tsunami Gauge, memantau perubahan muka air laut di berbagai titik sekitar Selat Sunda.

- Seismograf, memantau aktivitas kegempaan.

- Informasi Aktivitas Gunung Api, melengkapi analisis kondisi Gunung Anak Krakatau.

Seluruh data tersebut akan dianalisis bersama untuk mendapatkan gambaran kondisi Selat Sunda secara lebih menyeluruh dan mendukung proses deteksi serta analisis potensi tsunami.

Berdasarkan pantauan sementara dari HF Radar Array di Selat Sunda pada 6 September 2026 pada Mode Tsunami pukul 08.00 WIB, probabilitas tsunami berada di tingkat rendah (kurang dari 40%). Arus bergerak ke Barat Daya menuju Samudra Hindia dengan tinggi gelombang sekitar 1 meter.

 

Imbauan BMKG Kepada Masyarakat di Sekitar Selat Sunda Terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau

- Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

- Tetap waspada terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih terjadi.

- Pastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BMKG, PVMBG, dan instansi berwenang lainnya.

- Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Itulah informasi tentang cara kerja HF Radar Array untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan deteksi tsunami di wilayah Selat Sunda. Untuk mendapatkan info lebih lengkapnya, bisa kunjungi langsung akun Instagram @infobmkg.

BMKG gunakan HF Radar Array untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan deteksi tsunami di Selat Sunda.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories