RIWARA.id – Efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah bukan menjadi halangan bagi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam melakukan transformasi manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Keterbatasan anggaran itu justru mendorong BKN semakin selektif untuk menghadirkan manfaat nyata bagi ASN dan mendukung kebutuhan organisasi pemerintahan.
Hal itu diungkapkan Plt. Sekretaris Utama BKN, Rahman Hadi, dalam kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI yang digelar pada akhir Agustus lalu.
Dari capaian sepanjang tahun 2026, BKN telah menyediakan 15 kebijakan pro-karier ASN yang berorientasi pada percepatan layanan, pengembangan karier, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan sistem merit.
Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @bkngoidofficial, Jumat 4 September 2026, berikut ini 15 kebijakan pro-karier ASN dari BKN:
1. Kemudahan Pencantuman Gelar Akademik.
2. Kemudahan Gelar Profesi yang Diakui.
3. Kemudahan Kenaikan Pangkat Melampaui Atasan.
4. Kemudahan Kenaikan Pangkat 12 Kali Setahun.
5. Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB).
6. Uji Kompetensi 12 Kali dalam Setahun.
7. Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) yang Independen.
8. Manajemen Talenta untuk Seluruh Instansi.
9. Profiling ASN Tanpa Biaya yang PROASN.
10. Pembinaan Manajemen Terintegrasi.
11. Kenaikan Pangkat dan Pensiun Otomatis.
12. E-Kinerja Harian untuk Kinerja yang Terukur.
13. Lemari Digital agar Arsip ASN Aman.
14. Kepastian Layanan dalam 5 Hari Kerja.
15. Mendekatkan ASN ke Keluarga dan Domisili.
Berbagai kemudahan layanan ini juga diikuti dengan peningkatan layanan manajemen ASN berbasis digital. Saat ini, ASN Digital telah mencatat sekitar 1,49 miliar kunjungan. Tingginya angka tersebut, menunjukkan kebutuhan ASN terhadap layanan kepegawaian kini semakin mudah, cepat, dan terintegrasi.
Pada tahun 2027, BKN akan melanjutkan prioritas digitalisasi manajemen ASN, penerapan sistem merit, pengawasan, pengembangan kompetensi, dan manajemen talenta. Meskipun dengan sumber daya yang terbatas, BKN terus memastikan program yang dijalankan memiliki dampak langsung.
Melalui 15 kebijakan pro-karier ASN, penguatan layanan digital, sistem merit, serta dukungan terhadap pemenuhan SDM program prioritas nasional, Kepala BKN Prof Zudan berharap dapat membangun manajemen ASN yang profesional, adaptif, humanis, dan berorientasi pada kinerja.
BKN maksimalkan transformasi manajemen ASN dengan 15 Kebijakan Pro-Karier ASN. Upaya itu diharapkan dapat membentuk ASN yang profesional, adaptif, humanis, dan berorientasi pada kinerja.