Usai Santri di Sidoarjo, Giliran Ratusan Pelajar dan Guru SMPN 1 Kabuh Jombang Diduga Keracunan Menu MBG

Kamis, 03 September 2026 | 21:04 WIB
Siswa dan guru SMPN 1 Kabuh di Jombang mendapat perawatan diduga keracunan menu MBG
Siswa dan guru SMPN 1 Kabuh di Jombang mendapat perawatan diduga keracunan menu MBG (Foto: IST)

JOMBANG, RIWARA.ID - Suasana belajar mengajar di SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendadak berubah tegang pada Kamis, 3 September 2026. Puluhan siswa bergantian meminta izin keluar kelas menuju toilet akibat sakit perut hebat, sebelum akhirnya dipapah menuju ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Tak hanya siswa, sejumlah guru juga mengalami hal serupa.

Mereka diduga kuat mengalami keracunan makanan setelah menyantap paket Makanan Bergizi Gratis (MBG). Setelah didata, terdapat 256 korban yang diduga keracunan. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus keracunan akibat menu MBG. Sehari sebelumnya, 500-an santri dan pelajar di Tanggulangin Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit, juga karena keracunan menu MBG yang dipasok SPPG Kalitengah.

Kronologi Dugaan Keracunan MBG

Kepala SMPN 1 Kabuh, Suprihadiono, menceritakan bahwa tanda-tanda awal mulai muncul sejak Rabu sore. Beberapa siswa mengaku mengalami perut mulas, melilit, hingga berulang kali buang air besar seusai menyantap jatah MBG yang dibagikan di sekolah.

Namun, kondisi semakin tak terkendali saat jam pelajaran berlangsung pada Kamis pagi. Jumlah murid yang mengeluhkan sakit perut dan lemas melonjak drastis.

"Awalnya dari rumah ada yang terindikasi sakit perut dan sering ke belakang. Tapi pas Kamis pagi, yang izin ke belakang kok makin banyak. Akhirnya langsung kita bawa ke UKS," terang Suprihadiono.

Pihak sekolah bergerak cepat berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat. Puluhan siswa dilarikan ke beberapa titik pelayanan medis, mulai dari Puskesmas Kabuh, Klinik Pratama Ploso, hingga Klinik Asy-Syifa. Sebagian besar siswa diperbolehkan pulang usai mendapat penanganan dan obat, namun setidaknya tujuh siswa harus menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh karena kondisinya lemas akibat dehidrasi.

Tak hanya murid, empat guru SMPN 1 Kabuh juga dilaporkan mengalami keluhan serupa, meski memilih pengobatan mandiri di rumah.

Menu Udang Jadi Sorotan

Dari rincian menu MBG hari itu—yang berisi udang, tumis wortel dan kubis, serta tahu—sejumlah siswa menyebut ada yang aneh dengan olahan udang.

Dokter Puskesmas Kabuh, dr. Aditya Bimantara, mengungkapkan bahwa mayoritas pasien anak mengeluhkan gejala diare, perut melilit, dan nyeri lambung. Dari penelusuran awal, beberapa siswa curiga pada aroma dan rasa udang yang dinilai kurang segar.

"Beberapa siswa sempat saya tanyai mengenai makanan yang rasanya tidak enak atau aromanya kurang sedap. Sebagian besar menunjuk menu udang. Namun, ini masih dugaan sementara dan perlu pemeriksaan laboratorium lebih lanjut," jelas dr. Aditya.

Secara keseluruhan, data hasil validasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mencatat ada sekitar 256 warga sekolah yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan pasca-menyantap MBG.

Dinkes Jombang Evaluasi Sanitasi Dapur SPPG

Menanggapi insiden ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexa, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim untuk mengamankan sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan selaku penyedia jatah MBG.

Setiap harinya, SPPG Mangunan menyalurkan sekitar 683 porsi MBG ke SMPN 1 Kabuh, yang diperuntukkan bagi 639 siswa serta 47 guru dan staf karyawan.

Dinkes Jombang menegaskan akan menguji ulang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) milik dapur penyedia guna memastikan apakah seluruh prosedur pengolahan makanan sudah sesuai dengan standar kesehatan atau terdapat kelalaian. ***

Berawal dari keluhan perut mulas usai pulang sekolah, sebanyak 256 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh terindikasi keracunan usai mengkonsumsi menu MBG.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories