Gunung Anak Krakatau Menggeliat, PVMBG: Tak Otomatis Picu Tsunami, Tapi Warga Perlu Waspada

Rabu, 02 September 2026 | 15:54 WIB
Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau (Foto: IG Indonesia Paradiso)

RIWARA.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa aktivitas erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda tidak otomatis memicu gelombang tsunami.

Masyarakat pesisir dan pengguna aktivitas maritim di imbau untuk tetap tenang namun terus menjaga kewaspadaan di tengah kondisi vulkanik terkini.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rita Susilawati, dalam konferensi pers daring pada Kamis (2/9/2026).

Rita menjelaskan bahwa saat ini Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada Status Level III (Siaga).

Penetapan tingkat aktivitas Siaga pada gunung api di Selat Sunda tersebut telah berlangsung sejak Kamis (2/7/2026).

Guna mengantisipasi potensi bahaya fisik erupsi, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi seluruh pihak di sekitar kawasan tersebut.

Masyarakat, nelayan, pengunjung, hingga wisatawan dilarang keras mendekati kawasan kawah aktif Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer.

Berdasarkan pengamatan terbaru, Gunung Anak Krakatau sempat mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026.

Dalam peristiwa tersebut, tinggi kolom abu vulkanik teramati mencapai 200 meter di atas puncak gunung.

PVMBG meminta warga tidak mudah terpengaruh oleh isu menyesatkan atau hoaks yang beredar liar di media sosial terkait potensi tsunami.

Rita menegaskan agar publik hanya merujuk pada kanal informasi resmi yang dirilis oleh pemerintah daerah maupun instansi teknis terkait.

Mengenai fenomena berbarengannya erupsi di enam gunung api di Indonesia pada hari yang sama, PVMBG memastikan kejadian itu tidak saling berkaitan secara sistem magmatik.

"Bersamaan waktunya, belum berarti berhubungan prosesnya," ujar Rita menegaskan bahwa tiap gunung memiliki suplai dan dinamika dapur magma yang mandiri.

Selain situasi di Selat Sunda, PVMBG juga menyoroti peningkatan aktivitas Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

Status Gunung Sinabung resmi dinaikkan menjadi Level III (Siaga) sejak Senin (31/8/2026) pukul 12.30 WIB akibat lonjakan aktivitas vulkanik.

Gunung Sinabung meluncurkan erupsi besar pada pukul 10.17 WIB dengan tinggi kolom abu membumbung hingga 3.500 meter di atas puncak, mengarah ke Timur dan Tenggara.

Dampak letusan tersebut membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat mengevakuasi sebanyak 615 warga desa ke lokasi pengungsian aman guna menghindari paparan abu serta bahaya erupsinya. (*)

 

PVMBG menegaskan erupsi Gunung Anak Krakatau tak otomatis picu tsunami. Masyarakat diimbau tenang dan patuhi radius bahaya 3 km.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories