Tersapu Ombak Besar saat Melaut di Perairan Jepara, Nelayan Asal Indramayu Hilang Ditelan Arus

Selasa, 01 September 2026 | 15:32 WIB
SAR gabungan melibatkan para nelayan Jepara mencari seorang nelayan asal Indramayu yang jatuh ke laut
SAR gabungan melibatkan para nelayan Jepara mencari seorang nelayan asal Indramayu yang jatuh ke laut (Foto: Humas Basarnas)

RIWARA.id – Tim SAR gabungan menerjunkan personel untuk memburu keberadaan Sakim (65), seorang nelayan asal Indramayu, Jawa Barat, yang hilang usai terpental ke laut di Perairan Lemah Abang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban bersama dua rekannya tengah mengadu nasib mencari cumi-cumi di tengah gulungan gelombang tinggi pada Sabtu (29/8/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban melaut sejak Sabtu sore pukul 15.00 WIB dari pantai Desa Bandungharjo menggunakan perahu berukuran 4 Gross Tonnage (GT).

Mereka mengarah ke titik tangkapan cumi-cumi yang berjarak sekitar 20 mil di arah barat Pantai Lemah Abang, Jepara.

Awalnya aktivitas melaut berjalan normal, namun situasi berubah mencekam ketika memasuki pukul 21.00 WIB akibat cuaca buruk dan gelombang laut yang mendadak meningkat drastis.

Melihat kondisi alam yang makin membahayakan keselamatan, ketiga nelayan tersebut sepakat menyudahi aktivitas dan memutuskan untuk menarik jangkar perahu.

Petaka datang saat proses penarikan jangkar berlangsung, di mana hantaman ombak besar mendadak mengguncang perahu hingga membuat Sakim terpental dari geladak dan jatuh ke laut lepas.

Dua rekan korban yang menyaksikan kejadian tersebut secara spontan berupaya memberikan pertolongan darurat di lokasi kejadian.

Namun, kuatnya hempasan gelombang dan derasnya arus bawah laut dengan cepat menyeret tubuh korban hingga akhirnya hilang dari pandangan.

Usai tak mampu menjangkau korban, kedua nelayan itu segera mengarahkan kapal kembali ke daratan hingga berhasil bersandar di Dermaga Lemah Abang untuk meminta bantuan.

Mereka langsung melaporkan insiden tersebut kepada pengurus nelayan setempat sebelum akhirnya diteruskan ke Pos SAR Jepara untuk tindakan penanganan darurat.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dan pertolongan telah resmi digulirkan sejak laporan diterima.

“Setelah kapal berhasil bersandar di Dermaga Lemah Abang, kedua nelayan kemudian melaporkan kejadian kepada pengurus setempat. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan ke Pos Jepara,” ujar Budiono, Selasa (1/9/2026).

Pencarian intensif oleh Tim SAR gabungan dari Pos SAR Jepara dan unsur relawan telah dimaksimalkan sejak Senin (31/8/2026) petang.

Tim meluncurkan armada perahu karet berlunas keras (Rigid Inflatable Boat/RIB) untuk menyisir titik koordinat hilangnya korban sesuai dengan peta rencana operasi SAR.

Luasnya cakupan area pencarian di tengah perairan lepas menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh para petugas di lapangan.

“Tim telah melakukan penyisiran menggunakan RIB sesuai dengan area pencarian yang telah ditentukan. Namun sampai dengan Senin sore pukul 17.00 WIB kemarin, korban masih belum ditemukan,” lanjut Budiono.

Pada hari ketiga pencarian ini, kondisi cuaca di Perairan Jepara dilaporkan cukup bersahabat sehingga diharapkan dapat mendukung pergerakan armada penyisir.

“Hari ini cuaca cerah, semoga tim diberi kelancaran dan survivor lekas ditemukan,” tutup Budiono. (*)

 

Nelayan Indramayu hilang di Perairan Lemah Abang Jepara usai terpental gelombang saat tarik jangkar. Tim SAR gabungan gelar pencarian.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories