YOGYAKARTA, RIWARA.id- Wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,5 pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 17.20 WIB. Stasiun Geofisika (Stageof) BMKG Sleman menyebut gempa terjadi dipicu oleh aktivitas Sesar Opak.
Berdasarkan analisis BMKG, pusat atau episenter gempa terletak pada koordinat 7,88 LS dan 110,45 BT. Titik tersebut berlokasi di darat, persisnya 11 kilometer arah timur laut Bantul dengan kedalaman hiposenter 21 kilometer.
Kepala Stageof BMKG Sleman, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan bahwa melihat kedalaman dan lokasinya, gempa kali ini tergolong gempa bumi dangkal.
"Memperhatikan lokasi episenter serta kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Opak," jelas Ardhianto dalam keterangan resminya, Kamis malam.
Dirasakan Hingga Klaten, Solo, dan Magelang
Meskipun berkekuatan magnitudo 3,5, guncangan gempa cukup dirasakan oleh sebagian besar warga Yogyakarta dan sekitarnya.
Di wilayah Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta, getaran gempa tercatat mencapai skala intensitas III MMI. Pada skala ini, guncangan terasa nyata di dalam rumah, dengan sensasi getaran yang menyerupai truk bermuatan berat sedang melintas.
Tak hanya di pusat Jogja, getaran gempa juga menjangkau wilayah Kabupaten Kulon Progo dan Sleman, hingga meluas ke area Jawa Tengah seperti Klaten, Solo, dan Magelang dengan skala II MMI. Pada kondisi II MMI, getaran umumnya dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang pelan.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG memastikan belum ada laporan mengenai dampak kerusakan pada bangunan maupun fasilitas umum akibat guncangan tersebut.
BMKG Imbau Warga Tetap Waspada
Berdasarkan hasil pemantauan (monitoring) BMKG hingga pukul 17.39 WIB, tidak terdeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Meskipun situasi relatif aman dan terkendali, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan menghindari rumor atau informasi yang tidak jelas sumbernya.
Warga juga diminta untuk memeriksa kondisi fisik bangunan tempat tinggal masing-masing sebelum beraktivitas kembali di dalam rumah.
"Pastikan struktur bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa dan tidak mengalami retakan yang membahayakan kestabilan rumah akibat guncangan," pungkasnya. ***
Gempa bumi M 3,5 mengguncang Bantul dan wilayah DIY akibat aktivitas Sesar Opak. BMKG menyebut getaran gempa terasa hingga Solo dan Magelang.