RIWARA.id – Pada Rabu pagi, 19 Agustus 2026, Karaton Surakarta Hadiningrat mengeluarkan Gamelan Sekaten untuk ditempatkan di Masjid Agung Karaton Surakarta. Gamelan Sekaten yang terdiri dari Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari itu akan ditabuh selama 6 hari berturut-turut.
Mulai ditabuhnya Gamelan Sekaten tersebut merupakan tanda dimulainya Perayaan Tradisi Sekaten di Karaton Surakarta, untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Besok pagi (Rabu 19 Agustus), kami menyerahkan Gamelan Sekaten kepada Takmir Masjid Agung untuk ditabuh selama 6 hari berturut-turut. Kyai Guntur Madu ditempatkan di sisi selatan dan Kyai Guntur Sari ditempatkan di sisi utara,” kata Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari, yang dihubungi Riwara.id, Selasa malam, 18 Agustus 2026.
GKR Koes Moertiyah Wandansari yang akrab disapa Gusti Moeng ini mengungkapkan Gamelan Sekaten mulai ditabuh pada Rabu siang sekitar pukul 13.00 WIB. Gamelan tersebut akan ditabuh setiap hari mulai pa gi hingga pukul 24.00 WIB. Gamelan Sekaten ditabuh hingga 25 Agustus 2026 malam, sebelum puncak Perayaan Sekaten.
Lalu, saat Puncak Perayaan Tradisi Sekaten tahun 2026 yang digelar pada 26 Agustus, akan diadakan Garebeg Mulud pada pukul 10.00 WIB di Karaton Surakarta Hadinigrat.
Makna dan Filosofi Gamelan Sekaten
Gamelan Sekaten menjadi simbol penting di Karaton Surakarta Hadiningrat karena sebagai sarana syiar atau dakwah Islam, simbol penyatuan antara budaya Jawa dan nilai-nilai religius, serta wujud penghormatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Pada masa lalu, suara gamelan bertujuan menarik perhatian warga agar berkumpul di halaman Masjid Agung untuk mendengarkan ajaran Islam. Dua perangkat gamelan di Karaton Surakarta dinamakan Gamelan Sekaten karena berasal dari kata syahadatain atau dua kalimat syahadat.
Tabuhan gamelan ini menggambarkan cara para leluhur memasukkan nilai keimanan melalui seni tradisi lokal tanpa merusak budaya yang ada. Gamelan Sekaten ini adalah salah satu Pusaka Karaton Surakarta Hadiningrat, sehingga hanya ditabuh secara khusus di waktu tertentu dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bagi masyarakat di wilayah Kota Solo dan sekitarnya, perayaan Sekaten 2026 digelar di 2 lokasi yaitu Alun-Alun Lor (Utara) dan Alun-Alun Kidul (Selatan). Ada berbagai hiburan seperti pasar rakyat, wahana permainan, dan pertunjukan seni budaya.
Gamelan Sekaten di Karaton Surakarta Hadiningrat mulai ditabuh. Tanda dimulainya Perayaan Tradisi Sekaten Tahun 2026.