Proyeksi APBD Surabaya 2027 Rp15 Triliun, Eri Cahyadi: Tunggu Kepastian TKD Pusat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:16 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi pimpinan DPRD memberikan keterangan pers usai Rapat Paripurna
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi didampingi pimpinan DPRD memberikan keterangan pers usai Rapat Paripurna

SURABAYA, RIWARA.id – Pemkot Surabaya merancang skema Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 di kisaran Rp15 triliun. Kendati demikian, realisasi besaran anggaran tersebut masih menantikan kepastian skema alokasi Transfer ke Daerah (TKD) serta Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan kalkulasi proyeksi APBD Surabaya 2027 ini disusun dengan asumsi pengembalian alokasi TKD dan DBH. Oleh sebab itu, angka Rp15 triliun ini masih bersifat dinamis dan dapat bisa berubah.

"Proyeksi 2027 relatif sama. Kita memperkirakan di kisaran Rp15 triliun sembari menunggu kepastian pencairan TKD. Presiden melalui Mendagri sebelumnya telah menyampaikan bahwa skema TKD akan dikembalikan. Atas dasar itu, kami menyusun perencanaan dengan mengasumsikan kembalinya TKD dan penurunan DBH tahun ini," terang Eri usai Rapat Paripurna Persetujuan Bersama KUA-PPAS APBD 2027 di Gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat, 14 Agustus 2026.

Eri mengungkapkan, penyesuaian strategi fiskal ini merupakan langkah krusial setelah Surabaya sempat mengalami pengurangan TKD pada periode sebelumnya. Kebijakan efisiensi dari pusat tersebut sempat memangkas ruang gerak anggaran daerah hingga lebih dari Rp1,2 triliun.

Tiga Prioritas Utama Infrastruktur Surabaya 2027

Guna memaksimalkan kapasitas fiskal yang ada, Pemkot Surabaya memilih untuk memfokuskan alokasi belanja daerah 2027 pada skema pembangunan terarah. Tiga sektor utama yang menjadi prioritas mendesak meliputi:

  • Penanganan dan penanggulangan genangan air (banjir)
  • Perbaikan serta pengaspalan jalan kota
  • Peningkatan kualitas Penerangan Jalan Umum (PJU)

"Fokus utama kami di tahun 2027 mencakup pengaspalan jalan, perbaikan PJU, dan penanganan titik genangan air. Tiga poin ini yang menjadi prioritas kerja Pemkot," tegas Eri.

Kucuran Rp1 Triliun untuk Sentuh 200 Titik Genangan

Dari ketiga program prioritas tersebut, sektor pengendalian banjir menyedot porsi anggaran paling signifikan. Pemkot Surabaya menyiapkan alokasi khusus melebihi Rp1 triliun untuk intervensi fisik penanganan genangan.

Diperkirakan ada sekitar 200 lokasi banjir yang bakal tersentuh perbaikan pada 2027. Angka ini merupakan bagian dari pemetaan 400 titik genangan tersisa yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemkot Surabaya.

"Secara bertahap jumlahnya terus menyusut, dari yang semula 700 titik, turun ke 400 titik. Nah, pada 2027 mendatang, sekitar 200 titik yang ditargetkan rampung diselesaikan," paparnya.

Sejumlah kawasan padat dan rawan genangan yang masuk dalam daftar prioritas intervensi antara lain kawasan Simo Kalangan, Tanjungsari, Margorejo, Jemursari, hingga koridor Jalan Raya Tenggilis Mejoyo dan sekitar SMAN 14 Surabaya.

"Alokasi siap lebih dari Rp1 triliun. Nanti titik-titiknya kita sepakati secara terukur. Kita tidak bisa sekaligus menyentuh seluruh lokasi, maka penting memastikan titik mana saja yang dampaknya paling signifikan terhadap penurunan genangan," jelas Wali Kota.

Tolok Ukur

Langkah penentuan skala prioritas ini sengaja diambil agar penyerapan anggaran dapat dievaluasi secara akurat berbasis hasil (outcome-based). Pemkot ingin menjamin bahwa setiap rupiah yang dikucurkan benar-benar membebas area terdampak dari masalah banjir.

"Penentuan lokasi ini penting untuk tolok ukur evaluasi ke depan. Apakah intervensi yang dilakukan benar-benar efektif mereduksi genangan atau tidak," pungkasnya. ***

Pemkot Surabaya memproyeksikan APBD 2027 sebesar Rp15 triliun. Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan besaran ini bergantung pada skema TKD dan DBH.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories