278 ASN Kemenhaj Ikuti Profiling BKN, Apa Tujuan dan Manfaatnya?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Sebanyak 278 ASN di Kemenhaj Mengikuti Profiling ASN yang Diselenggarakan BKN
Sebanyak 278 ASN di Kemenhaj Mengikuti Profiling ASN yang Diselenggarakan BKN (Foto: haji.go.id)

RIWARA.id - Sebanyak 278 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengikuti Profiling ASN (Pro ASN) yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 11 Agustus hingga 13 Agustus 2026.

Profiling tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenhaj dalam membangun manajemen ASN yang berbasis data, kompetensi, dan kinerja.

Sekretaris Jenderal Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan profiling diperlukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai potensi dan kompetensi para ASN.

Hasilnya, diharapkan bisa menjadi pijakan dalam pengembangan karier, peningkatan kompetensi, serta manajemen talenta.

“Profiling ini bukan sekadar asesmen. Kita ingin memperoleh gambaran yang objektif mengenai potensi dan kompetensi para pegawai, sehingga pengembangan karier dapat dilakukan lebih tepat,” ujar Teguh dikutip Riwara.id dari laman haji.go.id, Rabu 12 Agustus 2026.

Selain mengikuti profiling, peserta juga diwajibkan melakukan pemutakhiran data kepegawaian melalui aplikasi MyASN, termasuk jabatan, pangkat, golongan, dan unit organisasi.

Data tersebut menjadi dasar yang penting dalam menyusun kebijakan pengelolaan SDM yang lebih akurat sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Menurut Teguh, sistem merit merupakan fondasi penting dalam membangun birokrasi yang profesional.

Setiap pegawai perlu dikenali potensinya, dikembangkan, dan ditempatkan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Profiling ini menjadi langkah strategis bagi Kemenhaj sebagai kementerian yang tergolong baru dalam membangun fondasi organisasi.

Pembenahan manajemen ASN dapat berjalan seiring dengan penguatan integritas melalui pembangunan Zona Integritas.

“Pada akhirnya, kita ingin membangun manajemen ASN yang tepat dengan berbasis kompetensi dan potensi. Semuanya bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada para jemaah,” jelas Teguh.

Profiling ini juga dapat mendorong dalam peningkatan kualitas SDM, seperti menentukan program pelatihan dan pengembangan kompetensi yang tepat sasaran sesuai kebutuhan.

Selain itu, juga dapat mengukur kemampuan dalam kompetensi manajerial, sosial kultural, hingga literasi digital. Juga mendorong profesionalisme dan peningkatan kapasitas kerja aparatur secara berkelanjutan.

Kemenhaj juga menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik suap maupun gratifikasi dalam pelaksanaan tugas dan manajemen ASN. Integritas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari profesionalisme aparatur.

Sebanyak 278 ASN Kemenhaj mengikuti Profiling yang diadakan BKN. Profiling bertujuan memperoleh gambaran objektif mengenai potensi dan kompetensi para ASN.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories