Napak Tilas Rumah Lahir Bung Karno di Surabaya, Gerindra Tarik Benang Merah Kebijakan Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso di rumah lahir Bung Karno di Kampung Peneleh Surabaya
Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso di rumah lahir Bung Karno di Kampung Peneleh Surabaya

 

SURABAYA, RIWARA.id - Langkah kaki para pengurus DPC Partai Gerindra Kota Surabaya memecah keheningan gang-gang sempit di kawasan bersejarah Kampung Peneleh, Selasa, 11 Agustus 2026. Di pemukiman padat yang menjadi saksi bisu tempat lahirnya sang Proklamator, Ir. Soekarno, serta pergerakan HOS Tjokroaminoto inilah, perjalanan merawat ingatan sejarah dimulai.

Napak tilas ke rumah lahir Bung Karno ini bukan sekadar seremoni untuk mengenang sejarah masa lalu. Di bawah terik matahari Kota Pahlawan, rombongan bergerak mengamati sudut-sudut kampung yang sarat nilai historis. 

Bagi kader partai berlambang kepala burung garuda ini, menyusuri Kampung Peneleh sebagai upaya menarik benang merah antara cita-cita para pendiri bangsa dengan arah pembangunan nasional saat ini.

Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan Surabaya memiliki akar sejarah yang kuat dalam menopang fondasi Republik Indonesia.

"Kami ingin mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk kembali mengingat betapa dahsyatnya nilai perjuangan yang lahir dari Kota Surabaya. Di tanah ini, banyak peristiwa besar meletus dan tokoh-tokoh bangsa ditempa," ujar Cahyo di sela-sela penelusuran lokasi sejarah Kampung Peneleh, Selasa, 11 Agustus 2026.

Literasi Sejarah untuk Gen Z

Di tengah gempuran modernisasi, Cahyo menilai pemahaman sejarah di kalangan generasi muda, khususnya Milenial dan Gen Z, tidak boleh luntur. Menjaga literasi sejarah dianggap sebagai benteng utama agar generasi penerus tidak kehilangan arah saat menerajui berbagai profesi di masa depan, baik sebagai wirausahawan maupun abdi negara.

"Sejarah adalah fondasi utama kita menatap masa depan. Saat anak-anak muda memahami akar sejarahnya, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter Pancasila dan selalu ingat pada nilai-nilai yang ditanamkan para pendiri bangsa," tutur anggota DPRD Jawa Timur ini.

Ia menambahkan, kemerdekaan yang dinikmati hari ini dibayar mahal dengan darah, keringat, dan persatuan. Oleh karena itu, prinsip gotong royong harus terus dihidupkan dalam menyikapi berbagai tantangan zaman.

Visi Prabowo: Pertumbuhan Ekonomi yang Merakyat

Refleksi sejarah di Peneleh tersebut kemudian dikaitkan langsung dengan pijakan politik dan program strategis yang tengah digencarkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Cahyo menjelaskan bahwa deretan program prioritas pemerintah pusat—mulai dari penguatan ekonomi berbasis rakyat, pendirian Sekolah Rakyat, revitalisasi sarana pendidikan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga tata kelola sumber daya alam—merupakan bentuk konkret penyerapan nilai-nilai UUD 1945 dan Pancasila.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa kesuksesan pembangunan tidak boleh hanya diukur dari angka statistik pertumbuhan ekonomi semata. Pembangunan yang sejati harus mampu merobohkan tembok jurang pemisah atau disparitas sosial di tengah masyarakat.

"Presiden Prabowo berulang kali berpesan, tidak ada gunanya angka pertumbuhan ekonomi terlihat bagus jika ketimpangan masih menganga. Ekonomi harus bergerak dan tumbuh dari bawah, lalu diperkuat dari atas. Seluruh lapisan masyarakat wajib merasakan kemakmuran secara adil," tegas Cahyo yang merupakan anak Bambang Haryo, anggota DPR RI dari Partai Gerindra.

Melalui napak tilas di Kampung Peneleh ini, Gerindra Surabaya ingin menegaskan komitmennya: mengawal setiap kebijakan pembangunan agar senantiasa berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil, sebagaimana semangat awal perjuangan para pendiri bangsa. ***

Elit Partai Gerindra Surabaya menyusuri Kampung Peneleh yang merupakan kampung bersejarah sebagai rumah lahir Bung Karno (Ir. Soekarno), Presiden pertama RI

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories