Kemenag Rilis 40 Buku PAI Digital Berbasis AI, Integrasikan Teknologi dan Nilai Karakter Generasi Muda

Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:26 WIB
Ilustrasi pembelajaran agama Islam dengan buku digital
Ilustrasi pembelajaran agama Islam dengan buku digital (Foto: Instagram.com/@kemenag_ri)

 

RIWARA.id – Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan 40 buku teks utama Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti yang terintegrasi penuh dengan platform digital Smart PAI berbasis Artificial Intelligence (AI).

Puluhan buku ini mencakup jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD/TK) hingga SMA/SMK dan SLB, serta satu buku ajar PAI khusus untuk perguruan tinggi umum. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan transformasi digital dalam pendidikan agama di Indonesia.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa transformasi digital dalam dunia pendidikan adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, pendidikan agama harus mampu beradaptasi dengan perubahan cara belajar generasi muda saat ini.

"Kita harus lebih cepat mengikuti perkembangan teknologi. Anak-anak kita sekarang berbeda dengan generasi sebelumnya. Jangan sampai pendidikan agama tertinggal dari cara belajar mereka," ujar Nasaruddin Umar saat meluncurkan buku-buku tersebut di Jakarta, sebagaimana dilansir Kemenag.go.id, Kamis (6/8/2026).

Menag menilai, kehadiran teknologi berbasis kecerdasan buatan telah mengubah pola generasi muda dalam mencari pengetahuan. Karena itu, buku pelajaran tidak lagi cukup hanya menjadi sumber informasi pasif, melainkan harus terhubung dengan sistem pembelajaran digital yang interaktif.

Platform Smart PAI sendiri dirancang sebagai sebuah ekosistem pembelajaran berbasis web yang memadukan berbagai fitur. Di dalamnya terdapat buku digital, kelas interaktif, bank soal, perpustakaan digital, asesmen pembelajaran, hingga asisten AI.

Keunggulan asisten AI pada Smart PAI adalah kemampuannya menjawab pertanyaan pengguna dengan valid. Fitur ini hanya menggunakan sumber pengetahuan yang berasal dari materi resmi di dalam 40 buku yang diluncurkan tersebut.

Hal ini memastikan jawaban yang diberikan tetap berada dalam koridor kurikulum nasional dan materi keagamaan yang telah melalui proses validasi akademik, berbeda dengan layanan AI generatif pada umumnya.

Dirjen Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menjelaskan bahwa seluruh buku telah tersedia dalam platform Smart PAI dan dapat diakses secara daring oleh guru maupun peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia.

"Pengguna dapat membaca buku secara digital, mengunduh materi, mengakses bank soal, mengikuti aktivitas pembelajaran, hingga memanfaatkan fitur asisten AI yang tersedia," jelas Amien Suyitno.

Selain inovasi digital, buku-buku ini dirancang untuk menjawab tantangan pendidikan agama saat ini. Salah satunya melalui integrasi program Tuntas Baca Al-Qur'an (TBQ) demi meningkatkan literasi Al-Qur'an peserta didik yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Buku-buku ini juga mengintegrasikan 'Kurikulum Cinta' yang menanamkan lima nilai utama, serta memuat tujuh kebiasaan 'Anak Indonesia Hebat' untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik.

Amien menegaskan, kehadiran buku digital dan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru. Teknologi hadir sebagai instrumen pendukung agar guru dapat lebih fokus pada penanaman nilai.

"Transfer pengetahuan bisa dibantu teknologi. Tetapi transfer nilai tidak akan pernah selesai dan tidak bisa digantikan oleh mesin," tegas Amien Suyitno. (*)

 

 

Kemenag luncurkan 40 buku PAI digital berbasis AI untuk PAUD hingga Perguruan Tinggi. Menag tegaskan teknologi dukung transfer nilai dan karakter.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories