JAKARTA, RIWARA.id – Di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan industri otomotif dunia, pemerintah melihat pasar mobil Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar. Potensi tersebut tidak hanya terlihat dari tren penjualan yang mulai meningkat, tetapi juga dari rendahnya tingkat kepemilikan kendaraan dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai industri otomotif nasional masih memiliki peluang ekspansi yang panjang. Salah satu faktor utamanya adalah rasio kepemilikan mobil di Indonesia yang masih jauh lebih rendah dibandingkan negara tetangga.
"Angka 850 ribu unit minimal target tahun ini seharusnya bukan menjadi batas atas. Angka tersebut merupakan titik awal," ujar Agus dalam gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Kamis (30/7/2026).
Optimisme tersebut didukung oleh kinerja pasar otomotif sepanjang semester I-2026. Penjualan kendaraan roda empat tercatat mencapai sekitar 436 ribu unit, meningkat 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemerintah sebelumnya memproyeksikan penjualan mobil nasional sepanjang 2026 mencapai 850 ribu unit. Namun, Agus menyebut angka tersebut masih berpotensi meningkat karena fundamental pasar Indonesia dinilai sangat kuat.
Kepemilikan Mobil Indonesia Masih Rendah Dibanding Negara Tetangga
Salah satu alasan utama pemerintah melihat peluang besar adalah tingkat kepemilikan kendaraan masyarakat Indonesia yang masih rendah.
Saat ini rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru mencapai sekitar 19 mobil per 1.000 penduduk.
Angka tersebut masih jauh dibandingkan:
Thailand yang mencapai sekitar 275 mobil per 1.000 penduduk
Malaysia sekitar 490 mobil per 1.000 penduduk
Menurut Agus, selisih rasio tersebut menunjukkan masih besarnya ruang pertumbuhan pasar otomotif nasional.
Dengan jumlah penduduk Indonesia yang hampir mencapai 290 juta jiwa, kenaikan satu angka saja dalam rasio kepemilikan mobil memiliki dampak besar terhadap pasar.
"Setiap kenaikan satu angka pada rasio tersebut setara dengan tambahan sekitar 280 ribu unit kendaraan. Jumlah itu hampir sepertiga dari seluruh pasar domestik kita hari ini," jelas Agus.
Bukan Sekadar Penjualan, Industri Otomotif Sedang Berubah
Selain pertumbuhan jumlah kendaraan, pemerintah juga melihat adanya perubahan besar dalam struktur industri otomotif nasional.
Kendaraan elektrifikasi mulai menjadi bagian penting dari pasar domestik. Pada semester I-2026, penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai 117 ribu unit, tumbuh 69,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, sekitar 69 ribu unit merupakan Battery Electric Vehicle (BEV) atau mobil listrik berbasis baterai.
Agus mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan masyarakat Indonesia mulai menerima teknologi kendaraan rendah emisi sebagai pilihan baru.
"Satu dari setiap empat mobil penumpang yang dibeli masyarakat Indonesia sudah merupakan kendaraan elektrifikasi," katanya.
Peluang Besar Bagi Industri Dalam Negeri
Pertumbuhan pasar otomotif juga berdampak terhadap perkembangan industri pendukung di dalam negeri.
Melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), pemerintah mencatat saat ini terdapat 16 perusahaan perakitan dan 332 pemasok komponen dalam negeri yang mendukung ekosistem kendaraan rendah emisi.
Jumlah pemasok komponen tersebut meningkat hingga 127 persen sejak program tersebut berjalan.
Selain memperkuat industri nasional, sektor otomotif juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Saat ini industri kendaraan rendah emisi disebut telah menyerap sekitar 195 ribu tenaga kerja langsung.
Pasar Otomotif Indonesia Masih Menyimpan Potensi Besar
Dengan kombinasi jumlah penduduk yang besar, tingkat kepemilikan kendaraan yang masih rendah, serta percepatan kendaraan elektrifikasi, pemerintah menilai industri otomotif Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan yang panjang.
Target penjualan 850 ribu mobil pada 2026 pun dinilai bukan sebagai batas akhir, melainkan awal dari potensi pasar yang lebih besar.
Jika daya beli masyarakat terus membaik dan ekosistem kendaraan semakin kuat, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pasar otomotif terbesar di kawasan Asia Tenggara.*
Deretan kendaraan modern dalam pameran otomotif menggambarkan potensi besar pasar mobil Indonesia. Pemerintah menilai rendahnya rasio kepemilikan kendaraan menjadi peluang pertumbuhan industri otomotif nasional.