Target 850 Ribu Mobil Diprediksi Terlampaui, Menteri Perindustrian: Itu Baru Titik Awal

Jumat, 31 Juli 2026 | 05:11 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan optimisme target penjualan mobil nasional 850 ribu unit pada 2026 akan terlampaui didukung pertumbuhan penjualan kendaraan meningkatnya adopsi kendaraan elektrifikasi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan optimisme target penjualan mobil nasional 850 ribu unit pada 2026 akan terlampaui didukung pertumbuhan penjualan kendaraan meningkatnya adopsi kendaraan elektrifikasi (Foto: Ilustrasi: AI Generated / Tim Redaksi Riwara.id)

 

TANGERANG, RIWARA.id – Optimisme pemerintah terhadap industri otomotif nasional semakin menguat. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan target penjualan mobil nasional sebanyak 850 ribu unit pada 2026 bukan lagi dipandang sebagai batas maksimal, melainkan titik awal yang berpeluang terlampaui seiring tren pertumbuhan pasar yang terus menguat sepanjang tahun ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat membuka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Kamis (30/7/2026), setelah melihat kinerja penjualan mobil pada semester pertama yang menunjukkan pertumbuhan signifikan.

"Angka 850 ribu unit minimal target tahun ini seharusnya bukan menjadi batas atas. Angka tersebut merupakan titik awal," ujar Agus.

Kinerja pasar otomotif pada semester I-2026 menjadi dasar optimisme tersebut. Penjualan mobil nasional tercatat mencapai 436 ribu unit, meningkat 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Agus, ruang pertumbuhan pasar otomotif Indonesia masih sangat besar. Saat ini rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru mencapai 19 unit per 1.000 penduduk, jauh tertinggal dibandingkan Thailand yang mencapai 275 unit dan Malaysia sekitar 490 unit per 1.000 penduduk.

"Artinya, dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai 290 juta jiwa, kenaikan satu poin saja pada rasio kepemilikan mobil setara dengan tambahan sekitar 280 ribu unit kendaraan. Jumlah itu hampir sepertiga dari total pasar domestik saat ini," jelasnya.

Optimisme tersebut juga diperkuat oleh tren positif kendaraan elektrifikasi. Selama semester I-2026, penjualan kendaraan elektrifikasi melonjak 69,4 persen menjadi 117 ribu unit, atau setara 26,8 persen dari total penjualan mobil penumpang nasional. Dari jumlah tersebut, sekitar 69 ribu unit merupakan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).

Pemerintah menilai perkembangan tersebut menunjukkan transformasi industri otomotif nasional menuju kendaraan rendah emisi berjalan semakin cepat, didukung peningkatan investasi, penguatan industri komponen dalam negeri, serta meningkatnya tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) kendaraan elektrifikasi yang kini rata-rata mencapai 40–46 persen, bahkan beberapa model telah mengantongi sertifikasi TKDN hingga 80 persen.

Dengan kombinasi pertumbuhan penjualan, rendahnya rasio kepemilikan mobil, serta percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi, pemerintah meyakini industri otomotif nasional masih memiliki ruang ekspansi yang besar hingga akhir 2026.*

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis target penjualan mobil nasional 850 ribu unit pada 2026 akan terlampaui. Penjualan semester I tumbuh 15,9 persen menjadi modal kuat industri otomotif.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories