Fenomena Bediding Tiba, Apakah Indonesia Sudah Masuk Puncak Musim Kemarau? Ini Penjelasan dari BMKG

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:31 WIB
Ilustrasi - Fenomena Bediding di Sejumlah Wilayah di Indonesia
Ilustrasi - Fenomena Bediding di Sejumlah Wilayah di Indonesia (Foto: Dibuat dengan Meta AI)

RIWARA.id - Fenomena Bediding telah tiba, benarkah sejumlah wilayah Indonesia telah memasuki puncak musim kemarau? Simak ini penjelasan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sebenarnya, apa itu Fenomena Bediding? Fenomena ini adalah kondisi ketika suhu udara terasa lebih dingin dibandingkan normalnya, yang terjadi di musim kemarau wilayah Indonesia bagian selatan.

Ada beberapa ciri bediding, yaitu suhu udara pagi dan malam hari terasa lebih dingin dari biasanya, kelembapan udara relatif rendah, langit cerah berawan di siang hari dan cerah di malam hari, serta hujan yang sangat jarang terjadi.

Fenomena Bediding biasanya terjadi mulai bulan Juni hingga September pada periode Musim Kemarau. Puncak kemarau umumnya terjadi di bulan Agustus.

Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @bmkg.iklimjatim, Minggu 26 Juli 2026, berikut ini sejumlah dampak saat terjadi saat dilanda Fenomena Bediding:

- Bagi kesehatan, dapat mempengaruhi kenyamanan tubuh, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

- Bagi komoditas pertanian, embus es (frost) di daerah dataran tinggi dapat merusak tanaman sensitif seperti sayuran, bunga, dan tanaman hortikultura.

- Bagi peternakan, suhu dingin berpotensi menyebabkan stres pada ternak, bahkan meningkatkan risiko penyakit dan kematian.

Tips Menghadapi Fenomena Bediding

- Gunakan pakaian hangat, terutama pagi dan malam hari.

- Jaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi dan cukup istirahat.

- Lindungi tanaman yang rentan dari embun es dengan naungan atau plastik mulsa.

- Pastikan kandang ternak tertutup dengan baik agar suhunya hangat.

Fenomena Bediding adalah fenomena alam yang terjadi setiap tahun di Indonesia. BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan menyiapkan diri agar aktivitas tetap aman dan nyaman.

 

Fenomena EL Nino

Selain Fenomena Bediding, sejumlah wilayah di Indonesia juga berpeluang dilanda EL Nino kategori moderat hingga kuat, yang akan mempengaruhi kondisi cuaca dan iklim selama musim kemarau.

Berdasarkan perhitungan di awal bulan Juni 2026, BMKG memprediksi fenomena EL Nino bertahan hingga awal tahun 2027.

Namun, fenomena ini hanya akan berdampak langsung di wilayah Indonesia sepanjang musim kemarau hingga bulan Oktober 2026.

Ada sejumlah langkah antisipasi yang harus dilakukan sejak dini, terutama ketersediaan air, potensi kekeringan, serta kebakaran hutan/lahan.

Fenomena Bediding telah dirasakan di sejumlah wilayah di Indonesia. Fenomena ini akan berlangsung hingga September 2026.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories