Surakarta, Riwara.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HARPI Melati Surakarta menggelar Bazar Thrifting Ageman Pengantin di Dalem Joyokusuman, Baluwarti, Surakarta, pada 23–28 Juni 2026. Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata ini menghadirkan beragam busana pengantin, aksesori, kain, hingga perhiasan preloved berkualitas dengan harga terjangkau.
Bazar tersebut menjadi salah satu upaya HARPI Melati Surakarta untuk membantu para makeup artist (MUA), perias pengantin, dan pelaku usaha yang baru merintis karier agar dapat memiliki perlengkapan kerja berkualitas tanpa harus mengeluarkan modal besar.
Ketua Panitia Bazar Thrifting Ageman Pengantin, Rina Iswantiningsih, mengatakan seluruh produk yang dipasarkan merupakan koleksi anggota HARPI Melati yang masih dalam kondisi sangat baik dan layak digunakan.
"Kami mengadakan bazar thrifting berupa baju preloved yang kondisinya masih hampir baru. Harganya sangat terjangkau agar para perias maupun MUA yang baru memulai usaha tetap bisa memiliki koleksi busana dan perlengkapan kerja yang layak," ujar Rina.
Berbagai produk yang dijual meliputi busana pengantin tradisional maupun modern, busana pesta, kostum pertunjukan, kain brokat, aksesori, hingga perhiasan. Selain membantu perias pemula memperoleh perlengkapan kerja, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi anggota HARPI Melati untuk memasarkan koleksi yang masih layak pakai.
Sementara itu, Ketua DPC HARPI Melati Surakarta Periode 2026–2031, Setyaningrum, menjelaskan bahwa penyelenggaraan bazar memiliki dua tujuan utama, yakni meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus mendukung perkembangan para perias yang baru memulai usaha.
Menurutnya, banyak anggota HARPI Melati yang merupakan perias senior memiliki koleksi busana pengantin, aksesori, dan perhiasan yang masih sangat layak digunakan, namun sudah tidak lagi dipakai karena tuntutan profesi yang selalu menghadirkan tampilan baru bagi setiap pengantin.
"Melalui bazar ini kami ingin menciptakan rotasi koleksi. Busana dan aksesori yang masih sangat layak pakai bisa dimanfaatkan kembali oleh perias lain. Selain mengurangi penumpukan koleksi, hasil penjualannya juga dapat memberikan tambahan pemasukan bagi anggota sekaligus mendukung kas organisasi," ujar Setyaningrum, Senin (29/6/2026).
Ia menambahkan, bazar tersebut juga mendapat antusiasme dari para MUA dan perias dari berbagai daerah yang ingin memiliki koleksi busana maupun aksesori milik para perias senior di Solo.
"Harga yang kami tawarkan benar-benar harga preloved yang sangat terjangkau, tetapi kualitasnya masih sangat bagus. Kami ingin mendukung teman-teman perias yang masih baru agar bisa memiliki perlengkapan kerja yang berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar," katanya.
Setyaningrum menegaskan bahwa penyelenggaraan bazar merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi HARPI Melati sebagai organisasi mitra pemerintah di bidang pendidikan, pelestarian, dan pengembangan budaya.
"Setiap ada agenda yang diselenggarakan pemerintah maupun dinas, HARPI Melati selalu berupaya ikut menyukseskannya. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan bazar juga menjadi bukti nyata kepedulian organisasi terhadap kesejahteraan anggotanya.
"Melalui kegiatan ini kami tidak hanya membantu anggota memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga membuka jejaring baru dengan para pegiat budaya, komunitas MUA, dan perias dari berbagai daerah," tambahnya.
Sementara itu, Agus Hermawan mengatakan HARPI Melati DPC Surakarta terus berupaya meningkatkan kompetensi anggotanya melalui berbagai program pengembangan kapasitas.
"Selama ini HARPI Melati DPC Surakarta aktif menyelenggarakan workshop, seminar, pelatihan tata rias pengantin, paes, hingga teknik makeup profesional sebagai bagian dari peningkatan kompetensi anggota," ujar Agus.
Menurut Agus, saat ini HARPI Melati DPC Surakarta memiliki sekitar 150 anggota aktif, menjadikannya salah satu DPC HARPI Melati dengan jumlah anggota terbesar di Indonesia.
Selain fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, organisasi juga rutin berpartisipasi dalam berbagai fashion show serta penyelenggaraan lomba tata rias pengantin. Penilaian lomba mencakup kualitas riasan, teknik makeup, sanggul, penampilan di atas panggung, hingga kemampuan peserta menampilkan hasil karya secara profesional.
Agus menjelaskan bahwa HARPI Melati Surakarta bukan hanya organisasi profesi, tetapi juga organisasi sosial budaya yang mewadahi para perias pengantin dan seniman tata rias.
"Komitmen kami adalah melestarikan pakem, filosofi, dan tata cara rias pengantin tradisional, khususnya gaya Surakarta. Karena itu, kami secara rutin menggelar kegiatan edukasi, seminar, pelatihan, sertifikasi, hingga pelantikan kepengurusan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya," katanya.
Menurutnya, keterlibatan HARPI Melati dalam berbagai kegiatan budaya menjadi bentuk kontribusi nyata organisasi dalam menjaga eksistensi tata rias pengantin tradisional agar tetap dikenal dan diminati generasi muda.
Agus berharap Bazar Thrifting Ageman Pengantin dapat menjadi agenda berkelanjutan karena memberikan manfaat bagi anggota organisasi maupun masyarakat.
"Melalui kegiatan seperti ini, anggota memperoleh tambahan penghasilan, sementara para MUA dan perias yang baru merintis usaha dapat memiliki busana serta perlengkapan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Ini juga menjadi bentuk penerapan ekonomi sirkular karena koleksi yang masih layak pakai dapat dimanfaatkan kembali oleh perias lainnya," tuturnya.
Ia menambahkan, bazar tersebut membuktikan bahwa organisasi profesi mampu menciptakan peluang ekonomi sekaligus mendukung pelestarian budaya dan pengembangan industri kreatif di Surakarta.*
HARPI Melati Surakarta menggelar Bazar Thrifting Ageman Pengantin di Baluwarti, Surakarta, untuk mendukung kesejahteraan anggota, membantu MUA pemula memperoleh perlengkapan berkualitas, serta melestarikan budaya tata rias pengantin tradisional.