SOLO, RIWARA.ID – Persaingan mencari pekerjaan semakin ketat. Banyak pelamar gagal lolos seleksi administrasi bukan karena kurang kompeten, melainkan curriculum vitae (CV) yang dimiliki belum mampu memenuhi standar sistem penyaringan otomatis atau Applicant Tracking System (ATS).
Melihat persoalan tersebut, enam mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data (FATISDA) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan MyCV Scan, sebuah platform berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu menganalisis kecocokan CV dengan deskripsi pekerjaan secara otomatis.
Platform tersebut diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan Workshop dan Sosialisasi MyCV Scan yang digelar di Garena Gaming & Community Hub, Solo Techno Park, Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari luaran Program Hibah Pembelajaran Berdampak DIKTISAINTEK 2026 Universitas Sebelas Maret.
Ketua tim pengembang, Aril Fadla Hidallah atau yang akrab disapa Huda, mengatakan MyCV Scan dikembangkan untuk membantu pencari kerja memahami kualitas CV mereka sebelum dikirim ke perusahaan.
"Hari ini kami mengadakan workshop dan sosialisasi mengenai aplikasi yang sedang kami kembangkan, yaitu MyCV Scan. Tujuannya agar masyarakat mengenal aplikasi ini sekaligus memahami manfaatnya dalam membantu proses pencarian kerja," ujar Huda saat ditemui di Solo Techno Park.
Menurutnya, platform tersebut dirancang agar pelamar mengetahui sejauh mana CV yang dimiliki sesuai dengan posisi yang akan dilamar. Sistem akan membandingkan isi CV dengan deskripsi pekerjaan, kemudian memberikan skor kecocokan beserta rekomendasi perbaikan.
"Harapannya peluang pelamar untuk lolos seleksi administrasi menjadi lebih besar karena CV yang dimiliki sudah sesuai dengan kebutuhan perusahaan," katanya.
Huda menjelaskan bahwa MyCV Scan tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa maupun lulusan baru. Platform tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh pencari kerja yang ingin meningkatkan kualitas dokumen lamaran mereka.
"Target kami sebenarnya semua pencari kerja. Fresh graduate memang menjadi salah satu fokus, tetapi aplikasi ini bisa digunakan oleh siapa saja yang sedang mencari pekerjaan," jelasnya.
Selain membantu pencari kerja, MyCV Scan juga menghadirkan fitur khusus bagi perusahaan dan rekruter. Melalui fitur Quick Scan, perusahaan dapat melakukan penyaringan puluhan hingga ratusan CV secara otomatis tanpa harus memeriksa satu per satu secara manual.
"Kalau proses seleksi dilakukan satu per satu tentu memakan waktu. Dengan fitur Quick Scan, penyaringan CV menjadi jauh lebih cepat dan efisien sehingga recruiter lebih mudah menemukan kandidat yang sesuai," ungkapnya.
Mahasiswa semester enam FTISD UNS, Ahmad Syauqi, menambahkan bahwa MyCV Scan dikembangkan dalam bentuk website agar dapat diakses dengan mudah melalui berbagai perangkat.
"Kegiatan hari ini merupakan perkenalan platform yang sudah kami buat, yaitu MyCV Scan. Platform ini berbentuk website yang berfungsi untuk melakukan screening CV," katanya.
Ia menjelaskan, dari sisi pencari kerja, pengguna cukup mengunggah CV ke dalam sistem. Bahkan pelamar juga dapat memasukkan deskripsi pekerjaan dari platform lowongan lain untuk dianalisis.
"Pelamar bisa membawa informasi lowongan dari platform lain untuk dianalisis di website kami. Sedangkan dari sisi recruiter, mereka cukup membuat atau memposting lowongan terlebih dahulu di platform MyCV Scan sebelum melakukan proses screening kandidat," jelas Ahmad Syauqi.
Menurutnya, ide pengembangan MyCV Scan muncul setelah tim memperoleh masukan dari mitra industri, Archipelago Digital Studio, yang melihat tingginya kebutuhan terhadap sistem penyaringan CV berbasis AI. Selain itu, mereka juga melihat masih banyak lulusan baru yang kesulitan memperoleh pekerjaan akibat tidak memahami standar penyusunan CV yang dibutuhkan perusahaan.
Dalam proses analisis, MyCV Scan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Nat ural Language Processing (NLP). Berbeda dengan metode konvensional yang hanya mencocokkan kata kunci, sistem ini mampu memahami makna atau konteks dari isi CV dan deskripsi pekerjaan sehingga hasil analisis menjadi lebih akurat.
"NLP berfungsi membaca isi CV dalam format PDF maupun DOCX. Setelah itu sistem memproses data untuk menghasilkan skor kecocokan sekaligus memberikan feedback yang dapat membantu pengguna memperbaiki kualitas CV mereka," terang Ahmad Syauqi.
Platform ini juga dilengkapi fitur AI Feedback, CV Parsing, Match Score, Job Management, hingga sistem subscription yang ditujukan bagi recruiter maupun pencari kerja. Seluruh fitur tersebut dikembangkan untuk menciptakan proses rekrutmen yang lebih objektif, cepat, dan efisien.
Meski telah siap digunakan masyarakat, tim pengembang mengaku masih akan terus melakukan penyempurnaan, terutama melalui penambahan data nyata agar kecerdasan buatan yang digunakan semakin akurat dalam membaca kebutuhan dunia kerja.
"Harapan kami, MyCV Scan dapat terus berkembang dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat maupun perusahaan sehingga proses rekrutmen menjadi lebih efektif, efisien, dan objektif," pungkas Ahmad Syauqi.
MyCV Scan sendiri menjadi salah satu inovasi mahasiswa UNS yang menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan tidak hanya dimanfaatkan untuk riset akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata di dunia kerja.
Dengan meningkatnya penggunaan sistem ATS oleh perusahaan, platform ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara pencari kerja dan rekruter melalui proses seleksi yang lebih cerdas, transparan, dan berbasis data.*
Mahasiswa UNS meluncurkan MyCV Scan, platform AI berbasis NLP yang membantu pelamar kerja meningkatkan kualitas CV dan mempermudah proses rekrutmen perusahaan.