RIWARA.id - Penelitian terbaru dari Texas A&M University yang dipublikasikan pada 7 Mei 2026 mengungkap fakta baru tentang penyebab anak sulit membaca.
Selama bertahun-tahun, banyak orang percaya bahwa anak yang kesulitan membaca disebabkan karena kurang pintar atau mengalami gangguan visual saat melihat tulisan.
Namun studi yang dipimpin Daniel Hajovsky, profesor asosiasi di Departemen Psikologi Pendidikan Texas A&M, justru menemukan bahwa kemampuan membaca anak lebih dipengaruhi oleh keterampilan memproses suara dan pemahaman bahasa dibanding tingkat kecerdasan umum.
Penelitian ini menjadi salah satu analisis terbesar yang pernah dilakukan terkait hubungan kemampuan kognitif dengan perkembangan membaca pada anak.
Analisis 50.000 Data Ungkap Fakta Baru
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti bekerja sama dengan University of Kansas, St. John's University, Montclair State University, dan Temple University.
Mereka menggabungkan sekitar 50.000 korelasi dari 137 tes kemampuan kognitif dan pencapaian akademik ke dalam satu model penelitian besar.
Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan visual ternyata tidak memiliki hubungan signifikan dengan kemampuan membaca anak.
Sebaliknya, faktor yang paling kuat memengaruhi kemampuan membaca adalah auditory processing atau kemampuan mengenali dan memisahkan bunyi dalam kata, serta comprehension-knowledge atau pemahaman kosakata, ide, dan pengetahuan yang dimiliki anak dari lingkungan sekitarnya.
“General intelligence ternyata tidak sedominan yang disebutkan dalam penelitian sebelumnya,” kata Hajovsky.
Menurutnya, kemampuan memahami bahasa dan memproses suara justru memiliki peran sangat besar dalam kemampuan membaca, terutama dalam memahami kata dan isi bacaan.
Bukan Soal Pintar atau Tidak
Penelitian ini juga menegaskan bahwa anak yang kesulitan membaca bukan berarti memiliki kemampuan rendah secara keseluruhan.
Hajovsky menyebut masalah membaca sering kali hanya berasal dari satu keterampilan tertentu yang belum berkembang optimal.
“Kesulitan membaca bukan tanda anak kurang pintar, tetapi sering kali mencerminkan satu kemampuan spesifik yang perlu diperkuat,” ujarnya.
Selain kemampuan memproses suara dan pemahaman bahasa, faktor lain seperti daya ingat, kecepatan berpikir, dan kemampuan bernalar juga ikut berperan mendukung kemampuan membaca.
Orang Tua Punya Peran Besar
Penelitian tersebut memberi pesan penting bagi orang tua dan guru bahwa latihan sederhana di rumah ternyata dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan membaca anak.
Membacakan cerita, mengajak anak berbicara, memperkenalkan kosakata baru, hingga melatih anak mengenali bunyi kata disebut dapat membantu memperkuat kemampuan dasar membaca.
Hajovsky menegaskan hasil terbaik akan muncul jika sekolah, keluarga, dan lingkungan mendukung perkembangan membaca anak secara bersama-sama.
Menurutnya, kemampuan membaca berkembang seperti rantai keterampilan yang saling terhubung dan dibangun secara bertahap.
Bisa Ubah Cara Menangani Anak Sulit Membaca
Temuan ini dinilai penting karena dapat membantu guru dan psikolog pendidikan memahami penyebab anak kesulitan membaca dengan lebih tepat.
Dengan mengetahui kemampuan spesifik yang perlu diperkuat, penanganan anak yang mengalami kesulitan membaca juga bisa menjadi lebih efektif.
Penelitian tersebut sekaligus mengubah cara pandang lama bahwa kemampuan membaca hanya ditentukan oleh kecerdasan atau kemampuan visual semata.*
Penelitian terbaru Texas A&M University yang dipublikasikan 7 Mei 2026 mengungkap penyebab utama anak sulit membaca ternyata bukan karena kurang pintar atau gangguan visual. Studi besar tersebut menemukan kemampuan memproses suara dan pemahaman bahasa menjadi faktor paling penting dalam perkembangan membaca anak.