RIWARA.id – Angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia melonjak tajam hingga mencapai 1,25 juta kunjungan sepanjang April 2026, mencatat pertumbuhan sebesar 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya menyentuh 1,16 juta kunjungan.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa lonjakan performa sektor usaha kepariwisataan nasional ini mengonfirmasi posisi industri pelancongan domestik berada di jalur pertumbuhan yang sangat positif.
Penguatan kualitas destinasi lokal yang dikombinasikan dengan dinamika ekonomi global terbukti efektif memicu peningkatan volume kedatangan turis asing sekaligus menaikkan rata-rata belanja atau pengeluaran mereka per kunjungan.
Kondisi ini sejalan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang belakangan justru dikonversi menjadi momentum emas untuk mendongkrak daya tarik pariwisata Indonesia di mata internasional.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa sepekan lalu menyebut pelemahan nilai tukar rupiah membuat biaya perjalanan ke Indonesia menjadi jauh lebih kompetitif bagi para pelaku perjalanan luar negeri.
Berbekal nilai kurs dolar AS yang tinggi, para wisatawan mancanegara kini cenderung menjatuhkan pilihan pada Indonesia sebagai destinasi utama mereka, bahkan dengan durasi tinggal yang jauh lebih lama dari biasanya.
Menyikapi peluang pasar yang terbuka lebar tersebut, Kementerian Pariwisata bergerak cepat memaksimalkan penetrasi pasar dengan mengintensifkan promosi global terpadu guna menjaring lebih banyak arus kedatangan pelancong.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), akumulasi kunjungan sepanjang Januari hingga April 2026 telah menembus angka 4,68 juta kunjungan, tumbuh sebesar 8,24 persen dari 4,33 juta kunjungan pada kurun waktu yang sama di tahun sebelumnya.
Pasar regional masih mendominasi pergerakan turis, di mana Malaysia menempati urutan teratas dengan kontribusi sebanyak 207.957 kunjungan, disusul ketat oleh Australia yang mencatatkan 157.960 kunjungan.
Negara-negara Asia lainnya juga memperlihatkan tren pasokan pelancong yang gemuk, dengan Tiongkok menyumbangkan 133.986 kunjungan, Singapura 111.439 kunjungan, serta Timor Leste yang finis di angka 75.477 kunjungan.
Masifnya arus masuk wisatawan luar negeri ini langsung berimbas positif pada tebalnya pundi-pundi penerimaan devisa negara yang dicatatkan oleh otoritas keuangan nasional.
Bank Indonesia mendokumentasikan perolehan devisa pariwisata pada Triwulan I 2026 sanggup bertengger di angka 4,05 miliar dolar AS atau setara Rp68,28 triliun, melesat 6,30 persen dari pencapaian Triwulan I 2025 yang berada pada angka 3,81 miliar dolar AS atau setara Rp62,29 triliun.
Tidak hanya pasar internasional, sektor domestik pun menunjukkan geliat yang selaras di mana perjalanan wisatawan nusantara per April 2026 melonjak hingga 417,06 juta perjalanan atau tumbuh 1,48 persen secara tahunan.
Akselerasi industri ini diperkuat melalui penyelarasan kebijakan jangka panjang pemerintah yang dirumuskan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata untuk memastikan pencapaian target pembangunan nasional hingga tahun 2029.
Implementasi praktik usaha berkelanjutan, pelestarian lingkungan hidup, penguatan ekosistem pariwisata ramah Muslim di 1.116 desa wisata, hingga kurasi 125 agenda melalui Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 kini menjadi pilar utama penopang daya saing pariwisata Indonesia. (*)
Terbantu kurs dolar, pariwisata Indonesia menggeliat cerah. Kunjungan wisman April 2026 tembus 1,25 juta, devisa negara meroket.