Gusti Moeng Beberkan Alasan Penetapan Sinuhun Paku Buwono XIV Hangabehi, Nasab dan Kepemimpinan Jadi Pertimbangan

Senin, 01 Juni 2026 | 18:42 WIB

 

Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi Tengah
Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi Tengah (Foto: Dok. Karaton Surakarta Hadiningrat)

 

 

SOLO,Riwara.id — Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta, G.K.R. Koes Moertiyah Wandansari yang sering disapa Gusti Moeng, membeberkan alasan di balik penetapan Sinuhun Paku Buwono XIV Hangabehi sebagai penerus takhta Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Menurut Gusti Moeng, proses penetapan tersebut dilakukan melalui berbagai pertimbangan yang melibatkan keluarga besar Karaton Surakarta dan trah Mataram Islam Surakarta. Selain memperhatikan aspek nasab, keluarga besar karaton juga mempertimbangkan kapasitas kepemimpinan dan kemampuan mengemban amanah adat serta budaya.

Saat ditanya mengenai alasan memilih KGPH Hangabehi sebagai penerus takhta, Gusti Moeng memberikan jawaban singkat.

"Saya hanya ingin meluruskan sesuai garis nasabnya," kata Gusti Moeng kepada Riwara.id, Senin, 1 Juni 2026.

Sinuhun Paku Buwono XIV Hangabehi lahir dengan nama Bendara Raden Mas (BRM) Soerjo Soeharto pada 5 Februari 1985. Ia merupakan putra tertua almarhum Paku Buwono XIII dari istrinya, KRAy Winari Sri Haryani.

Sebelum dinobatkan sebagai Sinuhun Paku Buwono XIV Hangabehi, GRM Soerjo Soeharto terlebih dahulu bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Mangkubumi, salah satu kedudukan penting dalam struktur Karaton Surakarta. Gelar tersebut ke mu dian berubah menjadi KGPH Hanga behi pada 24 Desember 2022.

Tidak Hanya Nasab, Tetapi Juga Kepemimpinan

Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi memimpin Grebeg Besar Iduladha 2026 dari Bangsal Maligi Karaton Surakarta Hadiningrat Prosesi kirab Gunungan Jaler dan Gunungan Estri menuju Masjid Agung Kagungan Dalem Karaton Surakarta
Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi memimpin Grebeg Besar Iduladha 2026 dari Bangsal Maligi Karaton Surakarta Hadiningrat Prosesi kirab Gunungan Jaler dan Gunungan Estri menuju Masjid Agung Kagungan Dalem Karaton Surakarta (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

Sentana Dalem Karaton Surakarta, KRMH Saptono Djati, menjelaskan bahwa proses penetapan KGPH Hangabehi sebagai penerus takhta tidak semata-mata mempertimbangkan garis keturunan.

Menurutnya, keluarga besar Karaton Surakarta juga memperhatikan karakter pribadi, pemahaman adat, kemampuan mengayomi keluarga besar karaton, serta tanggung jawab terhadap keberlangsungan warisan budaya.

"Pemilihan beliau bukan keputusan yang diambil secara tergesa-gesa. Banyak pertimbangan yang menjadi dasar keluarga besar Karaton Surakarta dan trah Mataram Islam Surakarta dalam memberikan kepercayaan kepada KGPH Hangabehi," ujar Saptono Djati kepada Riwara.id, Senin, 1 Juni 2026.

Ia mengatakan bahwa sosok KGPH Hangabehi dikenal santun, bertanggung jawab, memahami tata adat, dan aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan karaton.

"Beliau dikenal santun, bertanggung jawab, memahami tata adat, serta memiliki kemampuan mengayomi keluarga besar karaton, sentana dalem, maupun abdi dalem. Pertimbangan itulah yang menjadi salah satu dasar keluarga memberikan kepercayaan kepada beliau," katanya.

Menurut Saptono Djati, keluarga besar Karaton Surakarta menghendaki figur yang mampu menjadi pengayom dan pemersatu bagi keluarga besar karaton serta para abdi dalem.

"Karaton membutuhkan figur yang mampu menjadi pengayom, pemersatu, dan teladan. Seorang pemimpin harus hadir untuk menjalankan tanggung jawabnya terhadap keluarga besar karaton, adat istiadat, serta warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur," ujarnya.

Pakubuwono XIV Hangabehi duduk berbaur bersama abdi dalem dan masyarakat saat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di Pagelaran Karaton Surakarta usai Grebeg Besar Iduladha 2026
Pakubuwono XIV Hangabehi duduk berbaur bersama abdi dalem dan masyarakat saat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis di Pagelaran Karaton Surakarta usai Grebeg Besar Iduladha 2026 (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

Bac a jug a: Lowongan Staff Admin Rental Mobil Jakarta Utara 2026, Lulusan SMA Merapat!

Ditetapkan Melalui Mekanisme Adat

Sinuhun Paku Buwono XIV Ditetapkan Melalui Mekanisme Adat 13 November 2025
Sinuhun Paku Buwono XIV Ditetapkan Melalui Mekanisme Adat 13 November 2025 (Foto: Dok. Riwara.id)

Menurut penjelasan KRMH Saptono Djati, setelah wafatnya Paku Buwono XIII, proses penentuan penerus takhta dibahas di lingkungan keluarga besar Karaton Surakarta melalui mekanisme adat yang berlaku.

Berdasarkan proses tersebut, keluarga besar Karaton Surakarta kemudian menetapkan KGPH Hangabehi sebagai penerus takhta Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Prosesi penetapan dan penobatan berlangsung di Sasana Handrawina pada 13 November 2025.

Penetapan tersebut, menurut Saptono Djati, dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk nasab, keteladanan, kemampuan mengayomi keluarga besar karaton, serta komitmen terhadap pelestarian adat dan budaya Karaton Surakarta.

Dukungan Sentana Dinilai Menguat

Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi memimpin Grebeg Besar Iduladha 2026 dari Bangsal Maligi Karaton Surakarta Hadiningrat Prosesi kirab Gunungan Jaler dan Gunungan Estri menuju Masjid Agung Kagungan Dalem Karaton Surakarta
Sinuhun Pakubuwono XIV Hangabehi memimpin Grebeg Besar Iduladha 2026 dari Bangsal Maligi Karaton Surakarta Hadiningrat Prosesi kirab Gunungan Jaler dan Gunungan Estri menuju Masjid Agung Kagungan Dalem Karaton Surakarta (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

Pandangan serupa disampaikan BRM Nugroho Imam Santoso, putra almarhum GPH Notopuro sekaligus cucu Paku Buwono XI.

Kepada Riwara.id, ia mengaku berkesempatan mengikuti prosesi Kirab Grebeg Besar Karaton Kasunanan Surakarta yang digelar pada 28 Mei 2026.

Menurutnya, pelaksanaan upacara adat tersebut berlangsung khidmat dan menunjukkan semangat kebersamaan di lingkungan keluarga besar Kasunanan Surakarta.

"Alhamdulillah, Sinuhun Paku Buwono XIV Hangabehi memimpin langsung jalannya upacara tersebut dengan khidmat dan penuh wibawa," ujar BRM Nugroho Imam Santoso.

Ia menilai Grebeg Besar tahun ini memiliki makna tersendiri karena dihadiri berbagai unsur sentana Karaton Surakarta.

"Menurut saya, pelaksanaan upacara kali ini sangat luar biasa karena mendapatkan dukungan dari seluruh sentana. Tidak hanya dari lingkungan keluarga Paku Buwono XIII, tetapi juga para sentana sepuh turut hadir dan memberikan dukungan kepada Sinuhun," katanya.

Baca juga : Dibuka! Lowongan Tenaga Fasilitator BSPS di Kabupaten Blora Tahun 2026, Pendidikan Minimal SMA SMK, Ini Kriterianya

Menurut BRM Nugroho Imam Santoso, kehadiran para sentana dari berbagai generasi menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga keberlangsungan Karaton Surakarta sebagai pusat budaya Jawa.

"Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dan persatuan di lingkungan Kasunanan Surakarta. Semoga ke depan dukungan yang semakin kuat ini dapat semakin memantapkan posisi Sinuhun dalam memimpin dan mengayomi Kasunanan Surakarta demi kelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai luhur warisan leluhur," ujarnya.

Menurut para narasumber, keberlanjutan kepemimpinan adat di Karaton Surakarta tidak hanya berkaitan dengan suksesi, tetapi juga menyangkut upaya menjaga tradisi, adat istiadat, dan warisan budaya yang telah menjadi bagian penting dari sejarah Mataram Islam Surakarta.*

 

Gusti Moeng mengungkap alasan memilih KGPH Hangabehi sebagai Sinuhun Paku Buwono XIV. Faktor nasab, kepemimpinan, dan dukungan sentana menjadi pertimbangan utama.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories