RIWARA.id – Operasi pencarian maraton yang digelar Tim Search and Rescue (SAR) gabungan di dua wilayah Jawa Tengah membuahkan hasil dramatis sekaligus menyisakan pekerjaan rumah yang belum usai.
Di Kabupaten Banjarnegara, dua anak yang dilaporkan hilang tenggelam di saluran irigasi Singomerto akhirnya berhasil ditemukan, namun keduanya sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara di Kabupaten Cilacap, penyisiran terhadap seorang lansia yang mendadak hilang di kawasan Bunton masih menemui jalan buntu.
Tragedi air di Irigasi Singomerto, Desa Kalibenda, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara, dipastikan berakhir setelah tim penyelamat mengevakuasi jasad kedua korban. Operasi yang berlangsung sejak pagi hari tersebut melibatkan puluhan personel yang berjibaku melawan keruhnya arus bawah air.
Jasad korban pertama atas nama M. Fadli Al Fayad dievakuasi oleh tim penyelamat pada pukul 09.35 WIB. Korban ditemukan mengambang pada jarak sekitar 1,7 kilometer dari titik awal lokasi terakhir dirinya terlihat bermain bersama rekannya.
Selang lima jam kemudian, tepatnya pada pukul 15.00 WIB, tim selam kembali menemukan jasad korban kedua atas nama Zafran. Posisi jasad bocah kedua ini terseret arus lebih jauh, yakni mencapai radius 3,5 kilometer dari lokasi kecelakaan.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengonfirmasi bahwa kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara begitu berhasil diangkat dari air. Evakuasi medis ini dilakukan guna memenuhi prosedur pemeriksaan terkait penyebab pasti kematian korban sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
Peristiwa pilu ini bermula pada Rabu sore, ketika kedua anak tersebut asyik bermain di sekitar area irigasi bawah jembatan Kalibenda sekira pukul 16.30 WIB. Setengah jam berselang, keduanya mendadak lenyap dari pandangan warga dan diduga kuat langsung terpeleset ke dalam air berkedalaman hingga 2 meter itu.
Di tempat terpisah, Kantor SAR Cilacap juga tengah berpacu dengan waktu guna memburu keberadaan Martomiharjo (57), warga Jalan Cangkring, Desa Adipala, Kecamatan Adipala, Cilacap. Lansia tersebut dilaporkan hilang secara misterius oleh pihak keluarga sejak Rabu siang di kawasan Bunton.
Koordinator Operasi SAR dari Kantor SAR Cilacap, Trisno, menjelaskan bahwa pergerakan hari kedua pada Kamis ini memfokuskan personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Pembagian unit ini sengaja dirancang untuk menyisir area perairan sekaligus daratan secara paralel.
SRU pertama dikerahkan untuk menyisir permukaan air menggunakan perahu karet Landing Craft Rubber (LCR) di sekitar lokasi kejadian dengan luas radius mencapai 3 nautical mile. Sementara itu, SRU kedua dan ketiga bergerak menyisir area darat dengan berjalan kaki ke arah barat dan timur sejauh 2 kilometer.
Meskipun cuaca di wilayah Adipala terpantau cukup cerah berawan dan sangat mendukung pergerakan logistik, pencarian yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB tersebut masih nihil. Evaluasi taktis terus dilakukan petugas di lapangan guna memetakan ulang potensi pergeseran posisi korban.
Operasi kemanusiaan berskala besar di dua kabupaten ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur mulai dari TNI, Polri, BPBD, SAR Arnavat, Bagana, Cilacap Rescue, hingga swadaya masyarakat setempat. Petugas menegaskan operasi pencarian di Cilacap akan kembali digenjot pada Jumat pagi dengan memperluas perimeter penyisiran. (*)
Dua anak yang tenggelam di Irigasi Singomerto Banjarnegara ditemukan meninggal dunia. Sementara itu, pencarian lansia di Adipala Cilacap masih nihil.