Napak Tilas Leluhur, PB XIV Hangabehi Ingin Kunjungi Semua Masjid di Jawa yang Berhubungan dengan Mataram Islam

  • Ayu Abriyani
  • 09 Januari 2026
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani
PB XIV Hangabehi Berkunjung ke Masjid Gedhe Mataram Kotagede, Yogyakarta untuk Shalat Jumat
PB XIV Hangabehi Berkunjung ke Masjid Gedhe Mataram Kotagede, Yogyakarta untuk Shalat Jumat

 

RIWARA.id - Sri Susuhunan Paku Buwono XIV Hangabehi (PB XIV Hangabehi) memiliki keinginan untuk napak tilas Kerajaan Mataram Islam di Pulau Jawa.

Napak tilas tersebut diawali dengan Shalat Jumat 7 kali di Masjid Gedhe Kagungan Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat atau Masjid Agung Keraton Solo.

Lalu, pada Jumat 9 Desember 2026, napak tilas dilanjutkan di Masjid Gedhe Mataram Kotagede, Yogyakarta. Kehadiran Raja Kasunanan Surakarta itu berlangsung tanpa prosesi khusus dan diikuti jamaah Shalat Jumat lainnya.

Baca juga: PB XIV Hangabehi Laksanakan Salat Jumat di Masjid Bersejarah, Masjid Gedhe Mataram Kotagede Yogyakarta

PB XIV Hangabehi mengatakan kunjungannya ke Masjid Gedhe Mataram, Kotagede merupakan keinginannya pribadi untuk mengunjungi para leluhur dan tidak ada misi khusus.

"Masjid Gedhe Mataram adalah masjid tertua di Indonesia dan jejak dari Mataram Islam. Saya hanya shalat Jumat seperti biasa, bersama masyarakat di sini," ungkapnya kepada awak media saat ditemui seusai shalat Jumat.

 

Dibangun Pada Masa Panembahan Senopati

Dalam sejarah singkat Masjid Gedhe Mataram. Masjid ini mulai dibangun pada masa Panembahan Senopati pada a khir abad ke-16.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga Merapat, Cek Harga Terbaru Bahan Pokok Mulai dari Telur Ayam, Cabagai Rawit, Gula Pasir sampai Minyak Goreng

Pembangunan masjid ini melibatkan masyarakat lintas kepercayaan. Hal itu tercermin dari keberadaan gapura bercorak pura Hindu yang masih dipertahankan hingga saat kini.

Konsep tersebut merupakan bagian dari strategi dakwah Sunan Kalijaga yang menekankan akulturasi budaya yang ada di masyarakat di masa itu.

Masjid Gedhe Mataram berada dalam satu kawasan dengan Pesaren Agung Kotagede dan menjadi bagian dari konsep tata ruang Catur Gatra Tunggal.

Baca juga: KOMPAK TURUN! Cek Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini, Berapa Harga Emas per Gram? Simak Rincian Lengkapnya Disini

Konsep tersebut menyatukan keraton, alun-alun, masjid, dan pasar sebagai pusat kehidupan masyarakat Mataram Islam.

Hingga kini, Masjid Gedhe Mataram di Kotagede masih difungsikan sebagai tempat ibadah sekaligus tujuan ziarah religi.

Kehadiran PB XIV Hangabehi di masjid tersebut menegaskan adanya keterkaitan antara Kasunanan Surakarta dengan jejak sejarah awal Kerajaan Mataram Islam.

Baca juga: ASIK! KUR Mandiri 2026 Sudah Dibuka, Cek Syarat Pengajuan dan Simulasi Angsuran KUR Pinjaman Rp10 sampai 50 Juta

Ingin Kunjungi Masjid - Masjid di Jawa yang Berkaitan dengan Mataram Islam

Setelah shalat Jumat di Masjid Gedhe Mataram Kotagede, PB XIV Hangabehi ingin melanjutkan napak tilas Mataram Islam di masjid-masjid yang ada di Pulau Jawa.

"Selanjutnya saya ingin melaksanakan Shalat Jumat di masjid - masjid lainnya di Jawa yang berkaitan dengan Mataram Islam. Seperti di Selo, Pengging, Grobogan, Jatosobo, Klaten dan beberapa daerah lainnya," tutur PB XIV Hangabehi.

Ia berharap napak tilas tersebut sekaligus menghormati para leluhur di Mataram Islam yang berkaitan erat dengan Keraton Surakarta Hadiningrat.

PB XIV Hangabehi ingin mengunjungi semua Masjid di Jawa yang berkaitan dengan Mataram Islam untuk napak tilas para leluhur. Ia berkunjung sekalian melaksanakan shalat Jumat.

Foto Default
Author : Ayu Abriyani

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News